Part 10

56K 2.7K 21
                                        

Baru saja aku merasa sedikit bebas setelah berhasil menuntaskan misiku untuk meminta maaf, tetapi kayaknya dunia tidak merestuiku untuk hidup tenang sedikit saja. Aku tiba-tiba ditarik oleh seseorang. Laki-laki tampan dengan surai hitam dan mata tajamnya. Yap siapa lagi kalau bukan Ash. Tolongg, aku ingin menghirup udara segar sebentar saja.

AKHHHHH. KENAPA SIH KENAPAAA?

Aku pikir, setelah ini aku akan hidup dengan tenang tanpa ikut campur ini itu. Kenapa malah ketemu Ashtara.

Tenang-tenang mari bilang aku udah minta maaf ke adiknya, abis itu selesai deh, nggak akan berhubungan lagi. Yuk, kamu pasti bisa. Aku kembali menyemangati diriku sendiri.

Ashtara menarikku menjauh dari tempatku berdiri. Beberapa orang yang melihatku ditarik Ashtara hanya diam tidak membantu apa pun. Beberapa menatapku prihatin.

Hei, hei… kenapa kalian menatapku seperti itu? Aku masih terus ditarik oleh Ashtara sampai ke sebuah tempat yang cukup sepi.

Tempat itu terlihat seperti taman kecil, tetapi tidak ada orang selain kami disana.

"Kembalikan jam tangan milikku" ucapnya tiba-tiba.

Ya ampun. Apa lagi ini.

"Jam tangan apa?" Tanyaku.

Ash menghela nafasnya pelan.

"Jam tangan yang kau curi. Aku baru menyadarinya setelah melihat cctv"

Aku benar-benar bingung. Apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini. Jam tangan apa? Apa yang sebenarnya Hirana lakukan. Apa jangan-jangan selain melakukan kejahatan lain, ia juga mencuri?

"Untuk apa aku mencuri jam tanganmu??" Aku bertanya dengan bingung.

Mendengar pertanyaanku itu, ekspresi Ash berubah, ia kembali menunjukkan seringainya yang menyeramkan dengan wajah tampannya itu.

Oh no. Jangan please. Ash jangan kayak gini. Kalo kayak gini dia berubah jadi serem.

Kemudian, Ash berkata lagi membalas pertanyaanku, "Emang nggak tau atau pura-pura lupa? Jam tangan itu yang kau simpan untuk memenuhi keinginan dan obsesimu itu. Kau pikir aku tidak tau, kalau kau menciumi jam tangan itu seperti orang gila setelah kau mengambilnya" sindirnya.

Aku shock mendengar itu, orang mesum macam apa yang melakukan hal seperti itu.

"Mana ada? Aneh. Nggak mungkin ada orang yang berani-beraninya kayak gitu" ucapku pada Ash denial.

Ash tersenyum tipis, "Ada, kau buktinya. Aku melihat dengan jelas kelakuan di luar nalarmu itu melalui CCTV"

Aku melotot. Bisa-bisanya yang kayak gitu beneran terjadi. Hirana heh, kamu gila, beneran gila. Aku pikir omongan Nata yang bilang kalo Hirana obsesi ke Ash cuma akal-akalan aja. Nggak mungkin kan Hirana sampai segitunya.

Akan tetapi, setelah mendengar Ash yang berbicara seperti ini secara langsung, kayaknya pernyataan soal obsesi Hirana itu benar-benar terjadi.

'Ahh….kepalaku….' Aku mengurut kepalaku pelan. Pusing memikirkan kelakuan si pemilik tubuh asli ini.

HIRANAAA…. SEBENARNYA APA SAJA YANG TELAH KAU LAKUKAN, HAHH

Sumpah, aku ingin berteriak sekencang mungkin kepada Hirana.

"Kau tau kenapa aku membawamu kesini? Setidaknya, aku tidak mau membuat orang lain tau mengenai tindakan 'tidak terpujimu' itu. Segera kembalikan. Itu adalah pemberian orang" ujarnya dengan raut wajah datarnya.

Huahhh. Aku benar-benar pusing. Mana aku tahu dimana keberadaan jam tangan itu, yang mencuri kan Hirana yang asli. Kenapa aku yang harus mencarinya. Aku mengurut pangkal hidungku berpikir dimana aku harus mencari jam tangan itu. Yah, mungkin nanti saat pulang, aku akan mencarinya mulai dari kamar Hirana. Siapa tahu dia menyimpannya di sana.

My Handsome Ashtara [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang