Dua minggu kemudian, jumlah bencana terjadi secara konstan. Tidak ada pengurangan, juga penambahan. Itu kabar baik, disambut dengan helaan napas lega dan senyuman dari semua orang. Jika tak terjadi penambahan, artinya tak ada segel yang hancur. Ketua Penyihir Menara Pusat melaporkan segel hanya retak di beberapa bagian, serta aura monster terus-menerus ditekan oleh para penerima berkah. Henrietta tinggal di tempat itu, setiap hari selalu menjalankan doa dan menyalurkan kekuatannya. Sejenak dia lupa dengan Maxime dan Kethra. Kalaupun ingat dia selalu tak punya kesempatan untuk bertanya kabar mereka.
Hubungannya dengan para Saint dan Saintess semakin rekat. Mereka menerimanya dengan tangan terbuka, mengajarkannya banyak hal. Henrietta mendapat banyak ilmu, dan senang karena mereka tak mengucilkannya. Henrietta bertanya pada Michael kenapa mereka menerimanya, lantas Michael tertawa.
"Nona, entah di mana Anda diangkat menjadi Saintess, entah darimana Anda berasal, Anda tetaplah putri dewa. Kita diturunkan untuk menjadi perantara manusia dan dewa, menjadi penenang di ketakutan dan kecemasan, menjadi penyembuh di berbagai kesakitan. Ini bukan tentang darimana atau bagaimana Anda dipilih, tapi kenapa. Anda telah membuktikan bahwa Anda pantas, itu saja." Hati Henrietta menghangat mendengarnya.
Lynette yang mendengar mereka, menimpali. "Orang Kekaisaran itu berpikir pendek. Tak heran dewa sampai marah." Ucapannya mendapat hadiah bogem mentah dari Zayne, putra Dewa Hermes. Lynette bersungut-sungut selama setengah hari karena itu. Henrietta diam-diam menyetujuinya. Kekaisaran terlihat besar dan sangat berkuasa, tapi sebagiannya ialah orang-orang yang tak bisa berpikir panjang. Makanya banyak yang menyindir mereka.
Di satu sisi, saat ibukota seharusnya tenang karena tak ada bencana, kini heboh karena kemunculan Erik. Beritanya cepat menyebar, sehingga sampai di telinga Kaisar hanya dalam beberapa hari. Orang-orang berbondong-bondong mencari Erik, tapi putus asa karena tak menemukannya di manapun. Erik bersembunyi di pinggir kota, menuruti perintah Chandier.
Kethra berharap tak ada yang menemukannya, tapi harapan itu langsung kandas begitu mendengar apa yang barusan disampaikan oleh Duke Seraphim. Duke yang mengirim Assasinnya setahun lalu saat tak berhasil mendapatkan Rae. Mata-mata Chandier menyelidiki Duke itu, dan mendapati kalau dia memang diperintah Maxime. Motif mengapa Maxime menginginkan Rae masih menjadi misteri, tapi penyelidikan terhenti karena ada kasus penting yang harus diurus.
"Saya mengusulkan untuk melakukan tes DNA. Itu adalah jalan tercepatnya."
Vaeril–– Duke Chandier yang langsung pulang begitu mendengar kabar kemunculan Erik–– menggebrak meja, emosinya tersulut dengan mudah. "Duke, apakah Anda meragukan Kethra putri saya?!" Rapat itu bertujuan mengatasi masalah bencana, tapi mendadak topiknya berubah di tengah jalan. Mereka sangat terusik dengan rumor. Mereka ingin memastikannya.
Kethra, yang ikut dalam rapat sebagai wakil, mengangkat kepalanya tinggi dengan badan tegak. Garis-garis keras tergores di wajahnya, matanya berkilat dengan tegas dan dia tak bergerak sama sekali. Seolah-olah berkata, kalian takkan bisa memengaruhiku. Sebagian mengalihkan pandang darinya karena takut. Yah, gadis itu sudah membuat mereka merinding karena ketajaman wajah dan kata-katanya. Wajah tanpa cela itu membuat mereka bungkam, meski ada beberapa yang punya keberanian segunung untuk menghinanya.
Duke Seraphim mengernyit. "Saya tak meragukannya, tapi masyarakat. Mereka menuntut kebenaran. Bukankah Anda tahu sendiri? Tidak butuh waktu lama rumor tantang Duchess menyebar beserta nama selingkuhannya. Itu sangat cepat sampai rasanya tak masuk akal. Kita harus menenangkan mereka. Ini adalah satu-satunya cara. Tunjukkan pada mereka kebenarannya, maka mereka akan diam."
Para bangsawan mengangguk-angguk, sangat setuju dengan hal itu. Rapat dengan bangku bertingkat itu penuh dengan bisik-bisik, Kethra menangkap sebagian. Selingkuhan, Erik, anak haram, Duchess Daisy, bukan Chandier sepenuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Who the Real Villain? [2]
Fantasy-Sang Penyihir atau sang Putra Mahkota- Kethra telah mengumpulkan sekutu yang cukup untuk masa depannya yang tenang saat monster menghancurkan Kekaisaran. Dia berniat jauh-jauh dari kekacauan, tidak mencemplungkan diri dalam bahaya. Namun, tampaknya...
![Who the Real Villain? [2]](https://img.wattpad.com/cover/329875587-64-k130398.jpg)