"Apa yang dia miliki sampai tak ragu untuk menyiksa mereka habis-habisan?" Kethra bertanya, memakai baju tebal dilengkapi jaket dan syal demi meredakan flu yang menghantamnya sejak pulang dari istana. Itu alasan pertama. Alasan kedua adalah berharap supaya sentuhan Max bisa memudar.
Namun, tampaknya tak begitu berhasil. Entah dia memakai pakaian tebal maupun tipis, sentuhan itu masih terasa dengan jelas. Terutama di bagian leher. Tempat Max mendaratkan dua ciuman, yang membuatnya tak pernah melepas syal dan seringkali menyentuhnya secara refleks. Tentu gerakan itu tertangkap oleh Warren, yang kemudian membujuk –– terkesan memaksa –– Kethra menceritakan apa yang terjadi di istana selain laporan pengintai Elf dan Weiss.
Kethra tak menceritakannya karena takut menyulut amarah keluarga. Dan tak hanya mereka, Weiss serta yang lain bakal ikutan naik darah. Namun, karena terus-terusan dibujuk Warren, serta Weiss yang memanfaatkan lidah licinnya, dia menceritakan itu semua.
Dan benar saja.
Weiss berkata akan mengibarkan bendera perang, dan Warren bersedia menjadi pemberontak. Serikat milik Weiss cukup untuk memporak-porandakan kerajaan karena anggotanya bukan main-main. Pengintai, informan, mata-mata, ksatria bayaran, dan ahli penyiksaan berada di bawah kekuasaannya. Mereka siap menumpahkan darah tanpa gentar atau ragu sedikitpun. Ditambah pasukan Chandier, klan paus dan klan serigala, mereka semua jelas membuat lawan memilih lari terkencing-kencing.
Kethra membutuhkan dua hari untuk memenangkan mereka. Para pria yang berapi-api kini tinggal di mansionnya. Kethra harus mengunci semua pintu dan jendela, serta memasang penangkal di sekeliling gerbang. Memastikan mereka tetap berada di dalam, meski mereka membuat kekacauan, itu lebih baik ketimbang terjadi di luar.
Nona itu kepayahan menghadapi para pria, dan tersentak karena menyadari hanya dialah yang perempuan di sini. Menjengkelkan.
Payne memutar-mutar jam tangan yang sekarang menunjuk angka delapan pagi. Folca di sampingnya tengah sibuk berbicara dengan Kyllian, sang Saint yang dipanggil Kethra diam-diam menuju mansion. Risiko membawa Kyllian ke sini sangatlah besar, tapi anak buah Weiss melindunginya dan memastikan tak ada siapapun yang menyadari dia adalah Kyllian –– sang buronan Kekaisaran.
Kyllian memakai pakaian serba putih seperti biasa, menggulung baju sampai ke siku, memperlihatkan tulang seputih susu dan sedikit menonjol karena berat badannya tak seberapa. Dia dan Folca memiliki bentuk tubuh yang sama, tak seperti Payne dan Warren yang berotot.
Weiss, yang berbaring malas di ceruk jendela dengan buku setebal seribu halaman di pangkuannya, menoleh. Sisik hitam tampak samar di balik kerahnya yang terbuka. Dia menjilat bibir, memalingkan pandang ke pohon-pohon di taman. Tempat di mana pengintainya beserta mata-mata Chandier berada. Tak hanya di situ, di atap dan gerbang juga. Mereka memastikan tak ada Bayangan yang memasuki mansion. Terutama dengan keberadaan dua pangeran, satu Saint, dan pemimpin serikat terbesar di situ.
Mereka tak boleh lengah, sama sekali. Max telah melangkah lebih jauh, sementara mereka berjalan di tempat seperti orang bodoh. Hanya menyaksikan dengan tak berdaya, tapi juga takkan membiarkan Max memiliki Kethra. Seperti sumpahnya hari itu.
Sumpah yang berisi bahwa Kethra akan menjadi ratu entah bagaimanapun caranya. Sumpah itu membuat Kethra mual bukan main, seluruh tubuhnya tremor, sehingga berakhir muntah-muntah di lorong. Dia kabur setelah itu, tak peduli siapa yang bakal membersihkan itu dan percaya jika Max takkan bilang itu miliknya.
Kethra menemui grupnya di luar istana. Itu adalah pengintai Weiss––yang merupakan klan elang ––, Payne, dan mata-mata terpercaya Chandier. Dia hanyalah pengalih perhatian supaya Max tak mendekati area-area yang diperkirakan sebagai tempat penjara Atalya serta Morrigan. Mereka telah menyeleksi berbagai ruangan di istana, mengumpulkan informasi tentang di mana saja Max sering masuk ke ruang mana, dan membanding-bandingkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Who the Real Villain? [2]
Fantasy-Sang Penyihir atau sang Putra Mahkota- Kethra telah mengumpulkan sekutu yang cukup untuk masa depannya yang tenang saat monster menghancurkan Kekaisaran. Dia berniat jauh-jauh dari kekacauan, tidak mencemplungkan diri dalam bahaya. Namun, tampaknya...
![Who the Real Villain? [2]](https://img.wattpad.com/cover/329875587-64-k130398.jpg)