"Lama tidak bertemu, Nona Kethra." Florentine, salah satu teman bangsawan Kethra yang berasal dari keluarga Archer, membungkuk singkat setelah menata posisi topi berendanya. Dia memakai pakaian serba hijau hari ini, sangat berpadu dengan kalung permata berwarna lime yang menghiasi lehernya bersama dengan pita satin. Dia lebih pendek dibanding Kethra, tapi hari ini jelas mengenakan sepatu berhak tinggi. Itu tak terlihat karena gaunnya menjuntai sampai ke lantai, tapi Kethra menebak berapa tingginya.
Di satu sisi, Kethra mengenakan pakaian sederhana seperti rakyat pada umumnya, tanpa renda-renda maupun perhiasan, tidak ada kemewahan berlebihan yang terpancar darinya, tapi dia pun tak membutuhkan semua itu. Para lelaki di mansion selalu berkata kalau dia tetap cantik meski berpakaian gembel sekalipun.
Ngomong-ngomong dia masih kesal karena dikelilingi para pria.
"Nona Florentine, kau tampak ... lebih berisi dibanding yang kuingat." Kethra berbasa-basi seraya melirik sekitar. Sebuah risiko keluar di situasi saat ini, tapi Florentine meminta pertemuan rahasia dengannya di kafe yang tak pernah dia datangi seumur hidup karena terletak di daerah rakyat biasa. Luther mengetahuinya, jadi dia mengantar Kethra ke sana bersama Rae.
Gadis itu memilih menyamar menjadi rakyat biasa, sehingga kedua ksatrianya juga harus ikut berpura-pura. Mereka menjaga Kethra dari kejauhan, mengawasi kalau-kalau ada kenalan Kethra lewat dan memastikannya tak melihat sang Nona.
Status Kethra adalah mengurung diri di mansion, sehingga akan menjadi masalah kalau orang lain melihatnya berkeliaran. Mereka akan menilainya tak tahu malu karena terjerat kasus separah itu tapi masih punya keberanian keluar dari kandang.
"Yah, belakangan kekasihku sering memberikan cokelat dan permen. Aku memakannya sampai lupa harus menjaga berat badan, tapi yah, itu bukan masalah. Aku bebas, aku bisa melakukan apa yang kumau. Bukan begitu, Nona?" Senyuman Florentine mengembang, jari-jemari Kethra terkepal erat. Dia tahu maksud ucapan itu. Florentine mengejek karena dia sekarang tak bisa berbuat seenaknya. Dia terkurung, diawasi oleh banyak mata, tak bisa merasa bebas.
"Apa yang ingin kaubicarakan?" Rahang Kethra mengeras. Florentine menunjuk kursi di seberangnya, Kethra pun duduk di sana. Tanpa memedulikan sang putri Archer menyodorkan menu dan bilang kalau minuman di sini tak seenak kafe bangsawan, Kethra berbicara.
"Kau berbalik melawanku, ya?" Perkataan itu dan sikap Florentine sejak awal sudah membuat Kethra menebaknya. Saat dia masuk, Florentine menyunggingkan senyum yang tak wajar, serta tatapan mata yang seolah mengejek dan kasihan. Florentine tak pernah memandangnya begitu.
"Seperti biasa, Anda pintar menyimpulkan sesuatu hanya dengan melihat," tanggap Florentine, mengangkat bahu sembari menyingkirkan buku menu dari hadapannya. Tangan Kethra yang tersembunyi di balik meja adalah satu-satunya alasan gadis itu tak mencakar wajah gadis bersurai gandum tersebut. Dia sudah kehilangan sebagian besar kesabaran belakangan ini, tapi dia tak mau kelepasan gara-gara masalah sepele begini.
"Kau tak bertanya kenapa." Florentine mengangkat alis. Kethra menarik sudut bibir, membuat lawan bicaranya meneguk ludah. Kethra ingin tertawa dalam hati. Seberani apapun mereka melawannya, mereka tetap akan gemetar hanya dengan melihat seringainya.
"Jawabannya sudah jelas, dan aku bukanlah orang yang akan bertanya sesuatu yang sudah jelas. Silakan jika kau, jika kalian, membuangku. Silakan jika kalian tak menganggapku sebagai teman lagi. Aku tak peduli," jawab Kethra sedingin es.
Muka Florentine merah padam, kedua tangannya mengepal. Dia kelihatan ingin menggebrak meja, tapi tertahan karena diperhatikan orang lain. Dia takkan membuat keributan, itulah karakter yang dikenal Kethra sejak dulu. Entah di manapun atau kapanpun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Who the Real Villain? [2]
Fantastik-Sang Penyihir atau sang Putra Mahkota- Kethra telah mengumpulkan sekutu yang cukup untuk masa depannya yang tenang saat monster menghancurkan Kekaisaran. Dia berniat jauh-jauh dari kekacauan, tidak mencemplungkan diri dalam bahaya. Namun, tampaknya...
![Who the Real Villain? [2]](https://img.wattpad.com/cover/329875587-64-k130398.jpg)