Rae menumpahkan puluhan artefak darisana, dan Kethra membuatnya melayang di sekeliling mereka. Artefak-artefak itu memiliki berbagai bentuk, mulai dari kalung sampai ke batu jelek tak beraturan yang pasti membuat orang-orang menendangnya tanpa tahu itu ternyata artefak. Benda sihir yang sangat berguna dan sangat mahal. Benda yang membantu para penyihir mengendalikan sekaligus memperkuat sihir mereka. Atau sekadar melakukan sihir yang tak bisa mereka lakukan.
Max tercengang, kedua bola mata hijau pirusnya membulat seperti pingpong. Mulut sebagian Bayangan menganga, Krynt membisikkan sesuatu tentang menjejalkan kecoak di sana. Bibir James membentuk garis tipis, sulit menebak ekspresinya yang tersembunyi di balik tudung. Namun, ekspresi sang Naga Emas terpapar sangat jelas.
Ajudan yang sudah membuat semua orang menjauhinya karena merasa takut akan auranya, kini membentuk perempatan di alisnya sampai terkesan akan menyatu. Kethra sekarang mengerti, Oliver pasti menguarkan aura Naga untuk membuat orang lain ketakutan.
Mengalihkan pandang dari Oliver, dan mengabaikan Weiss yang kesenangan melihat ekspresi Naga itu, Kethra merekam pemandangan di depannya dan takkan melupakannya sampai kapanpun. Cekalan pada busur semakin menguat, sementara artefak-artefak tetap melayang di bawah perintahnya.
Tak beberapa lama kemudian, Max tertawa. Suaranya bergema di atap batu, dilempar ke arah mereka yang membuat mereka merengut tak senang. Oliver cuma tersenyum, beradu pandang dengan Weiss. Mereka sama-sama reptil, dan meskipun Oliver adalah Naga, Weiss merupakan keturunan makhluk paling legendaris di dunia. Ouroboros.
Kekuatan mereka sepadan. Begitulah pikir Kethra. Dia tak bisa meremehkan kekuatan Weiss sama sekali. Terakhir kali, ada sekelompok orang yang meremehkan, kepala mereka ditemukan di atas menara dan tubuh mereka tersebar di kota yang berbeda-beda.
"Kau memang penuh kejutan, Kethra." Max berkata, menyugar rambut gelapnya yang rapi dan licin. Kethra menelengkan kepala. "Justru aneh kalau saya tak menyadari tipuan Anda, Yang Mulia. Anda membiarkan pola semacam itu, menggiring kami untuk menemukan ruang baca. Tidak ada Bayangan yang terlihat di manapun, sepanjang lorong benar-benar sepi. Padahal, terakhir kali saya ke istana ini, ada dua Bayangan yang mengawasi saya dari salah satu ruangan."
Terakhir kali Kethra datang ke sini adalah saat dirinya muntah ke lantai. Matanya yang jeli menyadari keberadaan mereka, tapi sempurna mengabaikannya. Mereka hanya mengawasi, takkan menunjukkan diri dan melakukan entah-apa.
Dia tak tahu seberapa banyak jumlah Bayangan, tapi kemungkinan ada seratus lebih. Di sini yang muncul hanya dua puluh, sebagian berada di lantai, dan sebagian melompat ke atap. Di luar sana pasti ada sarang di mana mereka tinggal, Kethra skeptis Max membiarkan mereka tinggal di manapun seenaknya.
"Kau memang sulit ditebak ya, Kethra." Max tampaknya tak menyangka Kethra memberinya kejutan semacam ini. Dia sudah menduga kalau gadis itu akan mengetahui tipuannya, tapi tak menyangka akan membawa artefak sebanyak itu. Artefak dapat menghancurkan barrier, tapi jumlahnya harus banyak supaya benar-benar hancur. Terutama karena itu buatan naga dan Necromencer.
"Begitulah." Kethra mengangkat bahu acuh tak acuh, tak menganggap serius kejutannya. Dia memperhitungkan ini sejak dulu, kemudian meminta Weiss untuk membelikan artefak sebanyak mungkin. Weiss dengan senang hati melakukannya, dia membelikan dua puluh artefak. Kethra berkata akan mengganti uangnya, tapi Weiss membalas itu tak perlu. Semua ini untuk teman mereka, dia tak perlu merasa berutang. Weiss juga menyindir Kethra akan kesusahan mengembalikan uang sebanyak itu, terutama dengan sebagian besar jatah sudah habis.
Kethra meninju rusuknya dan bersungut-sungut, tapi tak membantah itu sama sekali. Bagi Weiss, dua puluh artefak seperti membeli sepaket buku saja. Dia akan mendapatkan uang sepadan dalam beberapa minggu. Dibanding Kethra yang mungkin dapat membayarnya dalam beberapa bulan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Who the Real Villain? [2]
Fantasy-Sang Penyihir atau sang Putra Mahkota- Kethra telah mengumpulkan sekutu yang cukup untuk masa depannya yang tenang saat monster menghancurkan Kekaisaran. Dia berniat jauh-jauh dari kekacauan, tidak mencemplungkan diri dalam bahaya. Namun, tampaknya...
![Who the Real Villain? [2]](https://img.wattpad.com/cover/329875587-64-k130398.jpg)