Vaeril memandang kedua anaknya dengan lesu, menyandarkan badan ke kursi kerja yang empuk. Namun, kali ini dia merasa itu sekeras batu. Dan sandarannya adalah cakar-cakar yang bersiap menggores jiwanya kapan saja. Cakar itu telah mengganggunya, menyingkirkan beban pekerjaan Duke yang selalu hinggap di kursi itu setiap hari. Cakar itu membisikkan seluruh kekhawatirannya, kemudian tertawa nyaring. Menyaksikan Vaeril terdiam, menghancurkan pena-pena sampai sekretarisnya mengeluh. Dia sudah menghancurkan setidaknya dua puluh pena.
Vaeril berkedip, menyingkirkan bayangan buruk apapun dalam kepalanya. Kethra dan Warren menunggu dengan tabah, mengenakan pakaian kembar berwarna biru tua. Itu adalah pakaian ketiga mereka yang kembar, dan tampaknya sekarang jadi yang terfavorit.
Di sisi lain, Kyllian dan Weiss mengawasi di samping Vaeril. Tidak berbicara apapun sejak tadi. Matanya menangkap Kyllian, Kaisar Tiberius telah memerintahkan dia untuk memburunya. Meski tiada hasil selama berbulan-bulan, itu menunjukkan betapa pintarnya Kyllian bersembunyi.
Beberapa minggu lalu, Kethra datang bersama dengannya. Warren seketika mengangkat pedang, Kyllian hanya menaikkan alis sebagai jawaban. Tahu sekali jika Warren takkan melukainya, tidak dengan Kethra tepat di depannya. Gadis itu bercerita tentang semuanya, bahwa dia tidak bersalah. Bahwa dia selama ini berusaha mencari bukti kejahatan Max dengan memanfaatkan kasus itu. Kethra memang tak bercerita bagian itu, hanya berkata dia akan mencari cara kejahatan Max terbongkar.
Kyllian adalah bidak yang tepat, begitulah sahutan Warren. Sang Saint memelototinya, menyumpah dalam bahasa kuno. Warren tak terkejut. Sifat Kyllian memang tak sesuci Saint pada umumnya. Dia sangat baik, tapi punya sisi lain tak terduga. Seperti kebiasaan mengumpat, tersenyum mengejek, dan membuat lawan bicara kehabisan akal dengan kepintaran berbicara. Sayangnya dia tak bisa membela saat tuduhan itu dilayangkan, pilihan terbaik adalah kabur sampai mereka melupakannya. Menghapus jejak-jejak sebisa mungkin dan memanfaatkan koneksi.
Kyllian sempat terpikir untuk membuat seolah dirinya sudah mati, tapi itu tersingkir begitu Kethra datang dan membuat perjanjian.
Alasan Kethra membawanya ke sini, begitu juga dengan yang lain, adalah untuk menyusun strategi. Kethra tahu betul jika dia tak bisa berpikir sendiri, dia membutuhkan mereka semua ada di dekatnya. Alasan khusus untuk Kyllian adalah supaya mata-mata Max tak menangkapnya sebelum Atalya dan Morrigan ditemukan.
Vaeril dan Warren akhirnya mengizinkan Saint itu. Lama-kelamaan menyadari kalau dia jelas bukan pengguna sihir hitam. Dia memang menyebalkan dengan sisi gelapnya –– muncul karena dia diam-diam sering keluar dari kuil untuk menemui teman-teman dari rakyat biasa–– tapi dia takkan menyentuh sihir hitam. Entah dengan maupun tanpa sebab.
"Baginda sudah memutuskan." Jari Vaeril mengetuk meja, membentuk nada yang dikenali Kethra sebagai lantunan tidur. Napas mereka tertahan, sudah memperkirakan apa yang berikutnya dikatakan.
"Pengetesan DNA akan dilakukan."
Dan benar saja.
Kethra menggeram, dia sudah menduga ini akan datang dengan cepat karena penyanderaan mereka serta penolakannya. Ini adalah balasan setimpal bagi Max, tapi dia benar-benar tak paham dengan maksud sang Putra Mahkota. Jika dia dikeluarkan dari Chandier, maka dia hanyalah rakyat buangan. Tidak ada gunanya mengambilnya menjadi ratu. Itu hanya akan menambah aib keluarga Leveque.
Apa yang dia inginkan?
"Kapan, Yah?"
"Masih dirundingkan. Kalau tidak salah, itu akan dilakukan minggu depan."
Warren maju, menggebrak meja kerja Vaeril. Kedua matanya membelalak, memantulkan cahaya lampu dan membuat warna ungunya makin terang. "Ayah, kita belum mendapat apa-apa! Kita tak tahu di mana keberadaan kedua Putri Mahkota. Kita belum mendapat petunjuk, atau apapun yang bisa menekan Putra Mahkota!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Who the Real Villain? [2]
Fantasía-Sang Penyihir atau sang Putra Mahkota- Kethra telah mengumpulkan sekutu yang cukup untuk masa depannya yang tenang saat monster menghancurkan Kekaisaran. Dia berniat jauh-jauh dari kekacauan, tidak mencemplungkan diri dalam bahaya. Namun, tampaknya...
![Who the Real Villain? [2]](https://img.wattpad.com/cover/329875587-64-k130398.jpg)