Uwooh, aku nggak menyangka bisa menyelesaikan cerita ini setelah sekian lama. Aku sendiri sudah lupa kapan menulisnya untuk kali pertama. Tahun 2021, mungkin? Oh, itu benar-benar lama.
Aku tau aku payah, nggak usah singgung itu.
Baiklah, mari lupakan itu.
Inti dari seuprit tulisan ini adalah :
WHO'S THE REAL VILLAIN TELAH TAMAT! HOREEE! 😍🎉🎊
AKHHH, SENANG BANGET WOY! PERJUANGANKU AKHIRNYA SELESAI! MUAHAHAHA! 🤣🤣
Mari tepuk tangan untuk diriku dan untuk kalian sendiri. Terima kasih sudah membaca cerita ini, selalu dukung aku dan nungguin updatenya. Meskipun tau lah ya. Aku tuh updatenya nggak jelas. Nggak ada jadwal.
Kadang aja lupa kalau sudah waktunya update. Padahal tinggal mencet publikasi.
Anu, ya. Sebenarnya aku punya tabungan. Banyak lah, kira-kira sepuluhan. Tapi yah gitu. Lupa mulu. Padahal perasaan nggak tua-tua amat, tapi penyakit pikunnya dah kek usia lima puluhan aja 🗿
Remaja jompo ya gini 🙂
Ekhem, yang kedua, maafkan aku kalau ada kesalahan penulisan atau plot hole. Aku ngerasa ada plot hole di cerita ini, tapi belum nyari di mana itu. Mentingin namatin dulu, baru nanti nyari kesalahan-kesalahannya.
Maaf ya pren kalau banyak typo bertebaran. Aku nih kalau ngetik kadang nggak merhatiin tulisannya. Jadi, pasti ada kata yang seharusnya ditulis begini malah jadi begitu. Salah kaprah. Semoga kalian tetep ngerti.
Maaf juga untuk yang nggak suka endingnya. Mungkin di mata kalian endingnya tuh ngecewain, jelek, nggak berkesan, atau apapun. Tapi balik ke awal lagi. Itu udah rancangan aku. Buat Kethra meninggal, tapi dihidupkan kembali bersama Henrietta di dunia lain.
Bagi yang nanya kenapa ingatan Henrietta dan Kethra dihapus, itu emang udah rancangan aku sih. Nggak seru dong nanti kalau ingatan mereka nggak dihapus sama Apollo dan Artemis. Mereka bisa saling nyari satu sama lain. Sementara aku pengen mereka tuh bener-bener asing lalu saling kenalan. Jadi, mereka bikin hubungan baru. Jadi sahabat baru. Bukan hubungan sahabat yang emang udah terbentuk sejak dulu.
Tapi, aku membuat mereka merasa saling terikat. Benang takdir masih ada, dan itu akan mempermudah eratnya hubungan mereka.
Jadi, gimana kesan kalian pada cerita ini? Bagus atau nggak? Aku harap kalian menjawabnya karena itu bisa ningkatin semangatku<3
Love-love sekebon buat kalian semua ☺
Bagi yang pengen baca ceritaku yang lain, bisa liat profil ya. Ada beberapa cerita lain yang nggak kalah seru. Kalian bisa kenalan sama anak-anakku yang lain. Sharley, Jace, dan Caleste. Anak-anak cantik dan tampan kebangganku, hehe/sok-sokan jadi emak/
Oke, segitu aja.
Thank you and goodbye❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Who the Real Villain? [2]
Fantasía-Sang Penyihir atau sang Putra Mahkota- Kethra telah mengumpulkan sekutu yang cukup untuk masa depannya yang tenang saat monster menghancurkan Kekaisaran. Dia berniat jauh-jauh dari kekacauan, tidak mencemplungkan diri dalam bahaya. Namun, tampaknya...
![Who the Real Villain? [2]](https://img.wattpad.com/cover/329875587-64-k130398.jpg)