02 ~ Mahasiswa Baru

2.6K 226 6
                                        

Diam ku untuk orang baru..
Canda ku untuk orang tertentu..

~ Akbar Umair Al-Fariz ~

***

**

*

Setelah selesai makan malam bersama, Akbar berkumpul bersama keluarganya di ruang tamu atas permintaan sang ayah.

"Ayah sudah urus kepindahan kuliah kamu.. Mulai besok kamu sudah bisa kuliah.." ucap pak Ihwan.

"Cepet banget yah.. Gak bisa seminggu lagi gitu.." tawarnya.

"Lebih cepat lebih baik.. Memangnya kamu mau ngapain dalam waktu seminggu kalo gak kuliah?" tanya pak Ihwan.

"Hibernasi.." jawabnya.

Terdengar suara tawa yang tertahan setelah ucapan Akbar, dan ternyata suara itu berasal dari Via.

"Kak Tia.. Emangnya aligator bisa hibernasi ya?" kekeh Via.

Tia tidak menjawab dan berusaha menahan tawanya, sedangkan Akbar sudah menatap Via dengan tajam.

"Bisa.. Kalo udah upgrade.." timpal Akbar.

"Aligator modelan apa pake acara di upgrade.." ucap Via sembari melirik Akbar dari ujung kepala hingga kaki.

"Yah.. Ini adek Akbar yang satu ini bikin Akbar pusing.. Bisa gak sih kuliahnya di tunda dulu.." ucap Akbar.

"Dih.. Bilang aja pengen nganggur.." timpal Via.

"Nah itu lebih bagus.." ucapnya yang setuju dengan sang adik.

"Astagfirullah.." ucap kedua orang tuanya bersamaan.

"Harusnya kamu itu bersyukur bisa kuliah.." ucap bu Aisyah.

"Iya deh iyaa.." Akbar memilih pasrah sembari menyadarkan tubuhnya ke sofa

🍁..🍁..🍁

Keesokan harinya, Akbar sudah siap menuju Universitas yang sudah ditentukan oleh ayahnya. Namun ia harus mengantar Via ke sekolahnya lebih dulu.

Setelah beberapa saat di perjalanan, Akbar menghentikan motornya di depan gerbang SMA Pertiwi, tempat Via sekolah.

"Belajar yang bener.. Jangan pacaran.." ucap Akbar setelah Via turun dari motornya.

"Iya iya.." jawabnya.

"Yaudah, abang pergi dulu.." ucap Akbar yang ingin beranjak pergi.

"Ehh tunggu dulu bang.." tahan Via.

"Kenapa lagi?"

"Minta uang jajan.." Via meringis sembari mengulurkan tangannya.

"Kamu ngapain tadi sampe gak di kasih uang jajan?" tanya Akbar yang sudah paham jika Via melakukan kesalahan.

Akbar merogoh kantong celananya dan mengeluarkan sebuah dompet untuk mengambil beberapa lembar uang.

"Gak sengaja basahin berkas ayah.." jawabnya sembari meringis.

"Pantesan.." kekeh Akbar sembari memberi uang 200 ribu pada Via.

"Makasih.." ucapnya dengan senyuman termanis.

🍁..🍁..🍁

Antara Hati & LogikaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang