14 ~ Penasaran

1.4K 165 2
                                        

Disebuah restoran ternama yang ramai akan pengunjung, di sana lah Akbar dan Feli berada. Sepanjang waktu menunggu pesanannya tiba, pandangan Feli terfokus pada sekelompok wanita bercadar.

Akbar yang merasa ada sesuatu yang sedang Feli perhatikan itupun ikut menoleh ke arah Feli memandang. Dan Akbar pun tau, apa yang sudah menarik perhatian Feli.

"Heh.." tangan Akbar membuyarkan fokus Feli.

"Apaan sih.." ucapnya yang merasa terganggu.

"Ngeliatinnya biasa aja.. Takutnya mereka risih lo liatin gitu.." tegur Akbar.

"Risih kenapa?" tanyanya yang belum memahami maksud ucapan Akbar.

"Gak semua orang suka diliatin secara intens kayak gitu.. Sebagian orang ngerasa kurang nyaman kalo terlalu diperhatiin.. Karena mereka ngerasa kayak lagi diawasin, kurang bebas ngelakuin hal yang mereka mau.." jawabnya.

"Oohh.." Feli mengangguk mengerti dan berhenti memperhatikan para wanita bercadar itu.

"Kalo kek gitu mereka makannya gimana?" tanya Feli penasaran.

"Dibuka dikit.. Bagian sampingnya bisa di buka itu.. Makanya mereka duduk di paling ujung, dan yang dibuka yang ngadep tembok kan.. Itu supaya gak ada yang liat.." jawabnya.

"Penutup wajah mereka itu apa namanya? Terus kenapa gak semua muslim pake penutup wajah kayak mereka?" tanya Feli.

"Itu namanya cadar.. Setau gue, cadar itu gak wajib, tapi dianjurkan.." jawabnya.

Sepertinya Feli benar-benar tertarik setiap mendengar jawaban Akbar, "Kok bisa gitu?"

"Dalam pandangan islam nutup aurat itu wajib.. Dan muka cewek itu gak termasuk aurat, tapi bisa mengundang fitnah dan nafsu para cowok.. Itulah alasannya kenapa cadar itu dianjurkan, supaya mereka, para cewek muslimah terhindar dari fitnah dan pandangan yang gak baik dari para cowok.."

Feli hanya mengangguk paham mendengar jawaban dari Akbar. Hingga akhirnya pesanan mereka pun datang.

🍁..🍁..🍁

Dihalaman belakang rumahnya, Diva sedang asik bersantai sembari memainkan ponselnya, mengecek semua sosial medianya. Dan kebetulan orang tuanya sedang tidak ada dirumah.

Tanpa Diva sadari ada seorang pria memasuki rumahnya dan terus melangkah mendekatinya.

"WAAA...!!" Diva terkejut saat pria itu menyentuhnya.

"Astaga Vero.. Ngagetin aja sih lo.." Diva berdecak kesal dibuatnya.

Pria itu adalah Vero Immanuel Alexander, sepupu Diva yang waktu itu bertemu dengan Feli.

"Lo nya aja yang terlalu fokus sama handphone, sampe gak tau ada orang masuk rumah.." sahut Vero.

Diva memutar malas kedua bola matanya, baginya menghadapi Vero harus penuh kesabaran, karena jika salah sedikit pasti akan mendapatkan siraman rohani darinya.

"Om sama tante kemana?" tanya Vero.

"Papa di kantor, kalo mama lagi belanja.." jawabnya dengan pandangan kembali fokus ke ponsel.

Vero mengangguk mengerti kemudian terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu yang mengganjal.

"Eh Div.. Si Feli, temen lo yang waktu itu kesini itu udah punya pacar ya?" tanya Vero.

"Gak.. Dia jomblo abadi.." sahut Diva.

Vero menyentil kening Diva, "Mana ada orang jomblo abadi.."

"Iihh sakit tau.." rengeknya sembari mengusap keningnya, "Emang kenapa nanya gitu?"

Antara Hati & LogikaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang