Farel, Daffa dan Taufiq sama-sama terdiam saat mengetahui apa yang sudah Akbar dan Feli alami hari itu. Namun mereka tiba-tiba kembali saling menatap saat melihat Zaid datang bersama Tasya.
"Gue liat tadi si Feli nangis.. Kenapa?" tanya Zaid.
BRAK...
Baru saja Taufiq ingin menjawab pertanyaan Zaid, suara dari ruang olahraga menghentikannya.
"Suara apa itu?" tanya Tasya.
"Akbar lagi ngamuk didalem.." jawab Daffa.
Ya, Akbar memang ada di markas sejak tadi, ia lah yang meminta Daffa untuk tidak memberitahu Feli jika ia disana, mau tidak mau Daffa pun menurut.
"Ngamuk?" tanya Tasya.
"Ada masalah apaan sih?" tanya Zaid.
Daffa, Taufiq dan Farel pun saling menatap kemudian menceritakan apa yang sudah diceritakan Feli.
🍁..🍁..🍁
Bugh...
Bugh...
Bugh...
Didalam ruang olahraga Akbar yang sedang frustasi itu terus menghantam samsak tanpa sarung tangan, hingga membuat kedua tangannya lecet dan berdarah.
Tidak hanya itu, Akbar juga sudah menghancurkan sebuah meja disana, kini ruangan itu sangat berantakan.
Bugh...
Akibat pukulan Akbar yang sangat brutal, arah ayunan samsak itu tidak terkendali dan tiba-tiba menghantam tubuh Akbar hingga membuatnya terpental.
Dengan emosi yang belum tuntas, Akbar kembali beranjak dan terdiam dengan posisi kedua tangan menopang diatas meja sembari menunduk memejamkan matanya.
Ceklek...
Taufiq membuka pintu ruangan itu, betapa terkejutnya mereka melihat kondisi ruangan yang sudah sangat berantakan.
"Dia ngamuk sendiri, tapi hasilnya kek habis perang sekampung.." celetuk Daffa.
BRAK...
Akbar menendang meja yang tadi ia hancurkan, tanpa ia sadari teman-temannya yang ada di ambang pintu itu tersentak.
"Almarhum dah tuh meja.." celetuk Zaid.
Tasya yang juga ikut memperhatikannya itu tiba-tiba masuk mendekati Akbar tanpa rasa takut sedikit pun, padahal teman-temannya tidak ada yang berani mendekatinya sedari tadi.
"Heh.. Tasya, lo mau kemana.." tegur Zaid dengan suara tidak begitu nyaring karena takut terdengar Akbar.
Seolah tidak mendengar, Tasya tidak menghiraukannya dan terus melangkah mendekati Akbar.
Saat sudah berada didekat Akbar, Tasya meraih lengan Akbar. Akibat emosinya yang tak kunjung reda, Akbar membalik badan dengan niat memukul orang yang sudah mengganggunya.
"INI GUE AKBAR..." teriak Tasya sembari mengangkat kedua tangannya untuk melindungi wajahnya sendiri.
Sadar jika yang didepannya itu Tasya, Akbar mengalihkan tangannya yang akan memukul Tasya sembari mengumpat.
"LO NGAPAIN KESINI...??" tanya Akbar dengan nada tinggi.
Tidak ada jawaban dari Tasya, Akbar tau jika sikapnya tadi pasti sudah membuat Tasya takut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antara Hati & Logika
Romance📌 FOLLOW SEBELUM BACA ❗❗❗ 📌 Spin Off "Takdir si Kembar" 📌 Sudah End 📌 Belum Revisi Akbar Umair Al-Fariz yang kerap disapa Akbar adalah seorang pria kelahiran Kalimantan yang pindah ke Jakarta karena ingin melupakan kisah masa lalunya. Namun siap...
