56 ~ Pernikahan

1.8K 198 109
                                        

Setelah 3 hari berlalu, akhirnya hari yang sudah lama dinantikan tiba juga, yaitu hari dimana Akbar dan Feli akan terikat janji suci dan sebagai awal mula perjalanan cerita cinta mereka selanjutnya.

Acara pernikahan mereka di adakan di sebuah gedung pribadi milik keluarga William. Bu Luci dan bu Aisyah sudah menyiapkan semuanya dengan sangat sempurna. Tamu undangan pun tidak sedikit, dari kedua keluarga sama-sama memiliki kerabat dan rekan bisnis yang cukup banyak.

Disebuah ruangan khusus tempat Akbar bersiap, ia ditemani kedua ipar dan 3 temannya, alias geng Wanstayal. Sebenarnya Akbar sudah siap sejak tadi, hanya saja ia tidak bisa mengendalikan rasa gugupnya.

"Bagaimana rasanya bang?" tanya Azlan sedikit meledek.

"Sepertinya abang kita gugup sekali.." ledek Adam.

Akbar mendengus kesal, bukannya membantunya menenangkan diri, kedua iparnya itu malah terus menerus meledeknya. Akbar akui memang salahnya karena dulu meledek mereka saat akan melangsungkan akad nikah, jadinya sekarang mereka balas dendam.

"Diem gak lo berdua.." sahutnya ketus.

Bukannya diam, Azlan dan Adam malah menertawakannya, bahkan 3 temannya juga ikut cekikikan dengan posisi rebahan di kasur yang ada di ruangan itu.

"Masih lama kan? Gue mau tidur dulu bentar.." ucap Taufiq sembari mencari posisi tidur yang pas.

Bugh..

Baru saja Taufiq memejamkan matanya, Akbar sudah melemparinya bantal tepat di wajahnya sembari berdecak kesal, "Lo gue jadiin groomsmen bukan buat tidur doang ya.."

"Yaelah Bar, 5 menit doang.."

"Lo tadi malem begadang apa gimana?" tanya Zaid.

"Iya.. Gue video call-an sama Lala sampe jam 3.."

"Buset.. Bocil lo ajak video call-an sampe jam segitu.. Lo waras gak sih.." celetuk Daffa.

"Ya waras lah, anjirrr.. Lagian yang ngajak video call itu Lala, bukan gue.. Jam 12 malem dia kebangun, gak bisa tidur lagi, Kiara bilang dia nangis minta di temenin gue.. Ya kali tengah malem gue ke rumah dia.. Bisa-bisa di nikahin warga.."

Teman-temannya mengangguk paham, sesaat kemudian mereka terkekeh melihat Taufiq yang memang terlihat ngantuk berat karena hanya tidur selama 2 jam, sejak subuh ia sudah bangun lagi dan harus bersiap datang ke pernikahan Akbar dan Feli karena Akbar menjadikannya groomsmen.

"Makanya nikahin biar gak ribet kalo mau ketemu.." sahut Akbar.

"Restunya susah cok.."

"Selain usaha, doa juga di perlukan.. Contohnya hubungan abang, kamu tau sendiri bagaimana perjuangan mereka selama ini.. Tapi atas izin Allah, sebentar lagi mereka bisa menggapai impian mereka.." sahut Azlan.

Taufiq mengangguk paham, entah kenapa kantuknya tiba-tiba hilang saat kembali memikirkan tentang jalan hubungannya dengan Kiara yang masih tidak mendapatkan restu dari orang tuanya.

Ceklek..

Fokus mereka teralihkan pada pintu yang terbuka, memperlihatkan sosok pak Ihwan yang masuk mendekati Akbar.

"Kamu sudah siap?" tanya pak Ihwan.

Akbar menghela nafasnya sesaat, "Siap ayah.." jawabnya yakin.

"Kalau begitu, ayo turun ke bawah.. Sebentar lagi akad nikah akan dimulai.."

Akbar mengangguk dan segera keluar bersama pak Ihwan, di ikuti oleh kedua ipar dan teman-temannya.

🍁..🍁..🍁

Antara Hati & LogikaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang