45 ~ Terus Belajar dan Berusaha

1.4K 174 10
                                        

Waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa sudah 1 minggu Feli memeluk agama islam. Sejak hari itu, Feli merasa hidupnya seperti berbeda, lebih tenang dan lebih terarah.

Di dalam kamarnya, Feli sedang bersujud dengan khusyu karena ia sedang melaksanakan sholat subuh. Entah kenapa setiap ia bersujud, ia selalu meneteskan air mata. Feli benar-benar bersyukur karena Allah masih memberinya umur untuk memperbaiki jalan hidupnya.

"Assalamualaikum warahmatullah.. Assalamualaikum warahmatullah.." ucap Feli saat gerakan salam.

Suara Feli terdengar bergetar karena menahan tangis, ada perasaan yang tidak bisa Feli jelaskan. Setiap selesai sholat, tangisnya akan selalu pecah. Selain rasa syukur, ia juga sedih karena harus melaksanakan sholat secara diam-diam.

Setelah berdoa, Feli terdiam saat mengingat momen pengucapan dua kalimat syahadat waktu itu. Baginya momen itu adalah momen terbaik, momen yang membuat tubuhnya bergetar hebat, matanya tidak kuasa menahan tangis, dan momen itu tidak akan pernah terlupakan seumur hidupnya.

*Flashback on*

Saat Feli sudah didalam mesjid, ia bersimpuh menghadap kiblat. Di sana ada Ustadzah Syifa yang menemaninya, Ustadz Wahyu yang akan menuntunnya mengucap dua kalimat syahadat, serta para jamaah pria dan wanita yang baru selesai melaksanakan sholat zuhur berjamaah di mesjid itu.

Ustadz Wahyu memberikan arahan pada Feli untuk mengikuti dua kalimat syahadat yang ia ucapkan. Dengan tubuh yang sudah bergetar hebat sejak menginjakkan kaki di mesjid itu, Feli mendengarkan dengan fokus.

"Bismillah.." ucap Ustadz Wahyu yang mulai membimbing.

"Bismillah.." ucap Feli yang mengikuti.

"Hirrahman.."

"Hirrahman.."

"Nirrahim.."

"Nirrahim.."

"Dengan menyebut nama Allah.."

"Dengan menyebut nama Allah.."

"Yang maha pengasih lagi maha penyayang.."

"Yang.. Maha pengasih.. Lagi maha penyayang.." suara Feli mulai terdengar bergetar, tubuhnya terus bergetar tanpa henti, jantungnya berdegup lebih kencang, matanya pun mulai berkaca-kaca.

"Asyhadu.."

"Asyhadu.."

"Al laa.. Ilaaha.."

"Al laa.. Ilaaha.."

"Wa asyhaduanna.."

"Wa asyhaduanna.."

"Muhammadar.. Rasulullah.."

"Muhammadar.. Rasulullah.."

Air mata Feli sudah tidak bisa dibendung lagi, tanpa dicegah, air mata itu membasahi kedua pipinya. Seketika suasana di mesjid itu menjadi haru.

"Aku bersaksi.."

"Aku bersaksi.."

"Bahwa tidak ada Tuhan.."

"Bahwa tidak ada Tuhan.."

"Melainkan Allah.."

"Melainkan Allah.." suara Feli semakin bergetar, dan tangisnya pun semakin deras.

Antara Hati & LogikaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang