58 ~ Peraturan Pasca Menikah

1.8K 180 16
                                        

Feli yang tengah memejamkan matanya itu merasa ada tangan yang melingkar di perutnya, terpaksa ia membuka matanya yang masih teramat berat karena kantuk.

Siapa lagi jika bukan Akbar, melihat tangan itu sedang melingkar diperutnya membuat jantung Feli berdegup kencang, ditambah Akbar masih menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Feli.

Perlahan bola mata Feli melirik jam dinding, ternyata sudah pukul 04:45 yang artinya sebentar lagi masuk waktu subuh. Karena tidak ingin melewatkan waktu subuh, Feli berusaha membangunkan suaminya yang masih terlelap karena kelelahan.

Mereka baru saja pindah ke rumah baru mereka kemarin, itulah sebabnya mereka kelelahan hingga bangun hampir kesiangan, padahal biasanya mereka bangun jam 3 untuk melaksanakan tahajud.

"Bar.. Bangun.." ucap Feli sembari menepuk pelan pipi Akbar.

"Hmm.."

Bukannya bangun, Akbar malah mempererat pelukannya sembari menyembunyikan wajahnya lebih dalam di ceruk leher Feli, dan sikap Akbar itu membuat Feli reflek menahan nafasnya sesaat.

"Bentar lagi subuh.. Ayo bangun, Bar.."

"Peraturan kedua.. Kalo manggil harus pake panggilan sayang.."

Feli mengernyitkan keningnya bingung, pasalnya Akbar bicara masih dengan keadaan mata terpejam, bahkan posisinya juga masih sama, apakah suaminya itu mengigau pikirannya.

"Bar.."

Belum sempat Feli selesai bicara, Akbar sudah mengangkat kepalanya dan memberikan tatapan tajam pada Feli. Tentu saja Feli tersentak saat Akbar tiba-tiba bangun dengan posisi tangannya menyangga tubuhnya di kedua sisi Feli.

"Peraturan kedua.. Kalo manggil harus pake panggilan sayang.." ucap Akbar sekali lagi dengan penuh penekanan.

Feli pun terkekeh, "Aku kirain tadi kamu ngigo.."

Seketika Akbar semakin menajamkan tatapannya, dan Feli pun segera menghentikan tawanya karena ia tau sebentar lagi suaminya itu pasti akan merajuk dengannya.

"Yaudah iya sayang.. Udah ya gak usah ngambek.. Bentar lagi subuh.. Buruan mandi.."

Seperti ditelan bumi, tatapan tajam Akbar hilang dalam hitungan detik saat mendapat panggilan sayang dari istrinya. Setelah melirik jam untuk memastikan ucapan Feli, Akbar pun segera merubah posisinya menjadi duduk agar istrinya bisa segera bangun karena waktu subuh semakin dekat.

"Yaudah sana.. Kamu duluan mandi.." ucap Akbar sembari meraup muka bantalnya dan mengacak rambutnya yang memang sudah berantakan.

Tidak ingin membuang waktu, Feli pun segera beranjak dari tidurnya, namun saat ingin turun dari kasur ia tiba-tiba menghentikan pergerakannya, "Akkhh.." pekiknya.

"Kenapa sayang?" tanya Akbar panik.

Feli menggeleng dengan cepat, wajahnya terlihat merah sembari meringis sakit, tiba-tiba rasa malu menggerogoti dirinya saat mengingat kejadian tadi malam.

"Sayang.. Kamu kenapa, hm?" tanya Akbar sekali lagi.

Feli kembali menggeleng, namun kali ini ia membuang muka. Akbar pun bingung, seketika ia berusaha berpikir apa yang sedang terjadi pada istrinya itu. Namun beberapa saat kemudian Akbar tersenyum saat mengingat apa yang sudah terjadi tadi malam, dan ia yakin kejadian itulah yang membuat Feli meringis sakit.

Tanpa bicara apapun lagi, Akbar segera menggendong Feli untuk membawanya ke kamar mandi agar segera mandi supaya bisa melaksanakan sholat subuh tepat waktu.

"Mau ngapain?" pekik Feli.

"Mau mandi kan.."

"Aku bisa mandi sendiri.."

Antara Hati & LogikaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang