Disebuah Mall yang ramai akan pengunjung, Feli dan Diva sedang mencari keperluan untuk tugas mereka. Dan tentu saja sekalian shopping.
Setelah mendapatkan semua yang mereka cari, tiba-tiba Feli teringat akan makanan kesukaannya.
"Sebelum balik, jajan dulu yuk.. Gue pengen kebab nih.." ucap Feli.
"Ayo.. Kebetulan gue juga pengen es krim.."
Tanpa pikir panjang, mereka berdua segera menuju stand kebab dan es krim sembari menenteng beberapa paper bag ditangan masing-masing.
Karena stand kebab dan es krim berbeda, jadi mereka berdua memutuskan berpisah agar lebih cepat. Saat Feli tiba di depan stand kebab, tanpa sengaja ia bertemu dengan Akbar.
"Mas.. Kebabnya 1.." ucap Feli dan Akbar bersamaan.
Mereka sama-sama terkejut dan saling menatap, saat mereka ingin bicara, tiba-tiba 3 teman Akbar menggagalkannya.
"AKBAAR... Lo ngapain sih?" teriak Daffa sembari mendekat.
"Eh ada Feli.." ucap Zaid yang terdengar seperti meledek.
"Hemh.. Lagi sibuk gini, sempat-sempatnya apel.." ledek Daffa.
"Pala lo apel.." timpal Akbar sembari menoyor kepala Daffa.
"Terus lo berdua ngapain ketemuan disini?" tanya Taufiq.
"Gue mau beliin kebab buat Via.. Gak taunya ketemu dia disini.." jawabnya.
"Via? Siapa? Pacar Akbar?" batin Feli.
"Anjirrr.. Banyak banget pesenan tu cewek.. Tadi es krim.. Sekarang kebab.. Ada lagi gak?" tanya Daffa.
"Ada.. Dia minta beliin pembalut.." jawabnya.
"HAH...!!"
3 temannya terkejut bersamaan, begitupun dengan Feli, ia tercengang saat mengetahui Akbar bersedia membelikan barang itu untuk seorang wanita.
"Lo seriusan mau beli roti Jepang?" tanya Daffa.
"Lo gak malu apa beli barang gituan?" Zaid pun ikut menambahi.
"Ngapain malu.. Toh yang dibeli juga barang bersih.." jawabnya sembari menatap heran teman-temannya.
"Jarang-jarang ada cowok mau disuruh beli pembalut.. Se spesial itukah si Via, sampe Akbar rela beliin pembalut buat dia.." batin Feli.
"Fix.. Lo cowok idaman para cewek Bar.." ucap Taufiq sembari menepuk pundak Akbar.
Akbar hanya tersenyum tipis sembari menggelengkan kepalanya. Sedangkan Feli, ia masih terdiam dengan pikirannya sendiri.
"Mas.. Mbak.. Ini pesenannya.." ucap penjaga stand.
Akbar dan Feli pun segera menyambut pesanan mereka masing-masing. Setelah membayar, Akbar buru-buru pergi karena masih ada urusan penting bersama teman-temannya.
"Fel.. Gue duluan.." ucap Akbar.
"Hemh.." Feli mengangguk sembari tersenyum kepada Akbar.
Tanpa basa-basi, Akbar pun segera pergi dan diiringi 3 temannya. Tatapan Feli mengiringi langkah Akbar hingga tak terlihat lagi, tanpa ia sadari Diva sudah menghampirinya.
"Heh.. Lo liatin apaan?" Diva mengikuti arah Feli memandang, namun ia hanya melihat pengunjung yang sedang lalu lalang.
"Udah ayo balik.." ajak Feli.
Tanpa menunggu jawaban Diva, Feli segera melangkah lebih dulu. Bahkan ia tidak menjawab pertanyaan Diva. Entah kenapa mood nya tiba-tiba berubah seperti habis di porak porandakan angin topan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antara Hati & Logika
Romance📌 FOLLOW SEBELUM BACA ❗❗❗ 📌 Spin Off "Takdir si Kembar" 📌 Sudah End 📌 Belum Revisi Akbar Umair Al-Fariz yang kerap disapa Akbar adalah seorang pria kelahiran Kalimantan yang pindah ke Jakarta karena ingin melupakan kisah masa lalunya. Namun siap...
