Akbar segera dilarikan kerumah sakit terdekat, seluruh anggota AERLANG mengiringi mobil Adam menuju rumah sakit. Sebagian ada didepan mobil Adam untuk menghalau pengendara yang menghalangi jalan, dan yang sebagian lagi mengiringi dibelakang mobil Adam. Para mengguna jalan di buat takjub melihat sebuah mobil dikawal oleh ratusan anggota geng AERLANG.
Setibanya di rumah sakit, tidak lama setelah itu kedua orang tua Akbar dan Azlan tiba disana. Akbar segera di larikan ke ruangan ICU, sedangkan si kembar di larikan ke ruangan UGD. Via sempat menolak dipisahkan dengan Akbar, untungnya Azlan berhasil membujuknya.
Bu Aisyah dan Nyai Maryam menunggu di depan ruang UGD, menanti hasil pemeriksaan si kembar. Disisi lain, Azlan dan Adam beserta beberapa teman lainnya menunggu di depan ruang ICU bersama pak Ihwan dan Kyai Hafidz. Dan anggota lainnya menunggu di depan rumah sakit, karena jumlah anggota AERLANG yang tidak sedikit itu membuat halaman depan rumah sakit penuh dengan motor mereka yang terparkir rapi. Melihat jaket mereka yang berlogo AERLANG itu membuat para security rumah sakit tidak menegur, karena mereka juga tau identitas AERLANG yang sebenarnya.
Ceklek..
Pintu UGD terbuka, bu Aisyah dan Nyai Maryam segera menghampiri dokter yang keluar dari ruangan itu.
"Bagaimana keadaan anak saya dokter?" tanya bu Aisyah dengan cepat.
"Ditubuh putri kembar ibu terdapat banyak memar.. Untuk Via, di punggungnya terdapat memar yang cukup parah dan itu akan membuatnya sedikit kesulitan untuk bergerak.. Lalu luka ditangannya juga lumayan dalam.. Meskipun sudah dijahit, perlu waktu sedikit lama untuk pemulihannya.. Dan dia tidak boleh terlalu banyak gerak, karena bisa mengakibatkan jahitannya terbuka dan memperparah lukanya.." dokter itu terdiam sejenak.
"Sedangkan Tia.. Memarnya tidak terlalu parah.. Namun dia mengalami cidera patah tulang.. Sehingga dia harus menjalani operasi untuk memulihkan kakinya.."
"Astagfirullah.."
Seketika tubuh bu Aisyah melemah saat mengetahui kondisi putri kembarnya, hatinya benar-benar hancur, belum lagi kondisi Akbar yang masih belum ia ketahui. Untungnya ada Nyai Maryam yang sigap meraih tubuh bu Aisyah.
🍁..🍁..🍁
Di waktu yang sama, Feli masih terdiam ditempat sembari menatap pecahan gelas yang belum selesai ia bersihkan. Dirinya semakin gelisah, hati dan pikirannya terasa tidak karuan.
"Fel.. Kamu kenapa?"
Eza yang tiba-tiba datang karena mendengar ada suara pecahan gelas tadi membuyarkan lamunan Feli. Ia menatap Eza yang sudah berjongkok di dekatnya.
"Feli gak sengaja nyenggol gelas tadi kak.."
Eza menghela nafasnya, ia tau jika Feli sedang gelisah dan memikirkan sesuatu saat menatap mata Feli. Sesaat setelahnya, pandangannya tertuju pada jari Feli yang terdapat luka gores akibat pecahan gelas tadi.
"Sini kakak aja yang bersihin.." ucap Eza.
"Tapi kak.."
"Udah gakpapa.. Sekarang kamu masuk kamar.. Istirahat.." potongnya dengan cepat.
Feli pun mengangguk, "Maaf kak, Feli ngerepotin.." ucapnya tak enak hati.
"Gak kok.. Udah sana istirahat.."
Feli mengangguk dan segera beranjak menuju kamarnya. Setelah Feli tak terlihat, Eza segera membersihkan bekas pecahan gelas itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antara Hati & Logika
Romansa📌 FOLLOW SEBELUM BACA ❗❗❗ 📌 Spin Off "Takdir si Kembar" 📌 Sudah End 📌 Belum Revisi Akbar Umair Al-Fariz yang kerap disapa Akbar adalah seorang pria kelahiran Kalimantan yang pindah ke Jakarta karena ingin melupakan kisah masa lalunya. Namun siap...
