~ 2 Tahun Kemudian ~
2 tahun berlalu begitu saja, waktu yang cukup lama untuk memperbaiki kehidupan. Namun tidak dengan perasaan Akbar, hatinya masih untuk Feli dan otaknya masih memikirkan Feli.
Meskipun perasaannya stuck pada 1 gadis, namun kehidupannya harus terus berjalan, ia harus tetap menjalani hari-hari seperti biasanya.
2 tahun berlalu, Akbar sudah lulus kuliah. Begitu juga dengan adik kembarnya, setelah lulus SMA, Via kuliah di Universitas ternama namun berbeda dengan Universitas Akbar dulu, dan Tia menjadi guru di salah satu madrasah umum semenjak lulus pesantren.
Didalam kamarnya yang masih dengan nuansa yang sama, Akbar tengah asik mengobrol dengan Arga. Ya Arga, sahabatnya yang ada di Kalimantan. Setelah beberapa tahun, akhirnya mereka bertemu lagi, dan ternyata Arga adalah teman sekelas Via di Universitas.
"Lo gak pengen nikah Bar?" tanya Arga.
"Lo kira gue gak normal apa.."
"Ya habisnya sampe sekarang lo masih jom.."
Ceklek..
Pintu yang tiba-tiba terbuka itu menghentikan ucapan Arga, seketika mereka berdua langsung menoleh kearah pintu, menatap Via yang tiba-tiba masuk.
"Bang.. Minta duit.." ucap Via.
"Udah masuk gak permisi.. Dateng-dateng minta duit.." ucap Arga.
"Gue minta duit ke abang, napa jadi lo yang sewot.." sahutnya.
Akbar menggaruk-garuk kepalanya yang tiba-tiba gatal, 2 manusia yang tidak pernah akur sejak pertama kali bertemu itu selalu membuatnya pusing sendiri setiap berada diantara mereka.
"Udah ambil aja sendiri didalam dompet.." ucap Akbar.
Via yang sudah hafal dengan tempat Akbar meletakkan dompet itupun segera mencari tanpa bertanya. Setelah Via mengambil uang yang ia perlukan, tanpa sengaja ia melihat sebuah kotak berukuran sedang yang masih asing di matanya.
"Ini kotak apa bang? Kok Via baru liat.."
Baru saja Via menyentuh kotak itu, Akbar langsung melompat dari atas kasur dan mengambil kotak itu sebelum Via melihat isinya.
"Ini kotak bukan punya abang.. Gak baik buka-buka punya orang.."
"Emang punya siapa?"
"Arga.."
Arga yang tidak tahu menahu itupun seketika menatap Akbar dengan mata membelalak sempurna, jelas-jelas ia datang hanya membawa badan, jiwa dan raga, kenapa malah namanya yang disebut pikirnya.
Sadar dengan reaksi Arga yang ingin protes, dengan cepat Akbar mengode Arga agar membantunya meyakinkan Via.
"Waaa.. Ini pasti isinya aneh-aneh nih.." tuduh Via.
"Heh.. Cepet tua lo entar keseringan suudzon.." sahut Arga.
"Heh.. Gue itu tipe cewek yang awet muda.."
Mendengar mereka berdua yang mulai berdebat lagi, Akbar segera meletakkan kotak itu diatas kasur, dan mendorong Via keluar secara paksa, karena jika dibiarkan perdebatan mereka tidak akan selesai sampai tujuh turunan.
"Udah sana.. Abang pusing dengerin kalian debat mulu.."
"Temen abang.."
Belum sempat selesai Via membalas ucapannya, Akbar sudah menutup dan mengunci pintu kamarnya agar Via tidak masuk lagi. Saat ia membalik badan, betapa terkejutnya ia melihat Arga yang sudah mengecek satu persatu isi kotaknya tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antara Hati & Logika
Romansa📌 FOLLOW SEBELUM BACA ❗❗❗ 📌 Spin Off "Takdir si Kembar" 📌 Sudah End 📌 Belum Revisi Akbar Umair Al-Fariz yang kerap disapa Akbar adalah seorang pria kelahiran Kalimantan yang pindah ke Jakarta karena ingin melupakan kisah masa lalunya. Namun siap...
