Hari demi hari berjalan dengan mulus, hubungan rumah tangga Akbar dan Feli juga semakin romantis, kecanggungan diantara mereka pun semakin tidak terasa.
Seperti biasa, pagi itu Akbar akan pergi ke kantor, kebetulan usaha bisnisnya sedang meningkat, ia sekarang sedang sibuk-sibuknya mengurus perusahaan cabang, hasil kerja kerasnya sendiri.
"Aku berangkat.. Hati-hati di rumah.. Kalo ada apa-apa hubungin aku.." ucap Akbar.
Entah kenapa tiada bosannya Akbar bicara seperti itu setiap harinya pada Feli. Dan Feli pun juga sama, tiada bosannya mendengar nasehat suaminya yang terkesan perhatian itu.
"Iya sayang.." sahut Feli.
Feli segera meraih tangan Akbar, mencium punggung tangannya, dan Akbar balas dengan sebuah kecupan hangat di kening Feli.
"Assalamu'alaikum.."
"Wa'alaikumsalam.."
Setelah mendengar jawaban salam dari Feli, Akbar segera masuk dan melajukan mobilnya, keluar dari pekarangan rumah. Setelah mobil Akbar tidak terlihat lagi, Feli pun ingin beranjak masuk, namun belum sempat menutup pintu, ponsel yang sejak tadi ia pegang tiba-tiba bergetar, saat ia periksa ternyata panggilan dari Akbar.
"Apa lagi ini.." gumam Feli.
Feli sempat menoleh kearah gerbang rumahnya, namun namun mobil Akbar sudah benar-benar pergi, lalu untuk apa Akbar menelponnya pikirnya. Karena merasa penasaran, Feli pun segera mengangkat panggilan itu.
"Kenapa sayang, ada yang ketinggalan?" tanya Feli.
"Peraturan keenam, jangan gampang percaya sama orang lain.."
Feli mengernyitkan keningnya bingung, Akbar menelpon hanya untuk menyampaikan peraturan pasca nikah yang selanjutnya, tapi kenapa terdengar aneh pikirannya.
"Emm.. Kok ngomongnya di telpon? Kenapa gak sebelum berangkat tadi?" tanya Feli curiga.
"Tadi aku lupa sayang.."
"Oo gitu.. Yaudah.. Kamu lanjut jalan.. Hati-hati.."
"Hmm.. Assalamu'alaikum.."
"Wa'alaikumsalam.."
Setelah panggilan itu berakhir, Feli segera masuk dan menutup pintu, namun otaknya masih memikirkan maksud ucapan Akbar tadi, ia benar-benar merasa ada yang aneh.
Feli menghela nafasnya, "Huh.. Gak boleh mikir yang aneh-aneh sama suami sendiri.." gumamnya menasehati dirinya sendiri.
🍁..🍁..🍁
Disisi lain, Vero juga sedang berada di dalam mobil, namun kali ini ia tidak sendiri, melainkan bersama bu Luci. Vero memang sengaja mengajak bu Luci untuk membuntuti Akbar pagi itu.
"Tante udah nanya Feli, Akbar pergi ke mana?" tanya Vero.
"Sudah.. Dia bilang Akbar pergi ke kantor.."
Eza mengangguk paham, dengan pandangan fokus ke sebuah mobil di depan, yang tidak lain adalah mobil Akbar. Selama mereka mengikuti Akbar, tidak ada yang mencurigakan sama sekali, hingga akhirnya Akbar menghentikan mobilnya dipinggir jalan, tidak lama kemudian ia turun menghampiri seorang wanita yang sedang menggendong anak kecil.
"Nah.. Itu tan cewek yang Vero maksud.." ucap Vero.
Seketika bu Luci memfokuskan tatapannya, ia bisa melihat jelas jika Akbar menggendong anak kecil itu yang kebetulan sedang menangis, sepertinya Akbar sedang berusaha menenangkannya hingga akhirnya anak itu memeluk Akbar, dan Akbar pun membawa anak itu masuk ke mobil bersama wanita itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antara Hati & Logika
Romansa📌 FOLLOW SEBELUM BACA ❗❗❗ 📌 Spin Off "Takdir si Kembar" 📌 Sudah End 📌 Belum Revisi Akbar Umair Al-Fariz yang kerap disapa Akbar adalah seorang pria kelahiran Kalimantan yang pindah ke Jakarta karena ingin melupakan kisah masa lalunya. Namun siap...
