31 ~ Menjauh

1.3K 153 9
                                        

Setelah pertemuannya dengan Eza, Akbar memutuskan untuk menjauhi Feli demi si kembar. Cinta memang butuh pengorbanan, tapi tidak jika harus mengorbankan keselamatan keluarga sendiri, itulah yang ada dipikirannya.

Sejak pertemuan itu, sudah 3 hari terakhir Feli tidak pernah bertemu dengan Akbar. Ia merasa bingung, hatinya tak karuan dibuatnya.

Setelah jam kuliahnya berakhir, dengan cepat Feli menghalangi langkah Daffa dan Zaid, hanya merekalah harapannya untuk mengetahui keberadaan Akbar.

"Dimana Akbar? Kenapa 3 hari ini gak keliatan?"

Spontan, mereka berdua saling menatap, "Kita gak tau.." sahut Daffa.

"Bohong.. Kalian temennya.. Gak mungkin gak tau.."

"Kita beneran gak tau Fel.. Akhir-akhir ini dia emang sibuk.. Gak pernah kumpul sama kita.." sahut Zaid.

"Ada masalah?"

Dengan kompak, Daffa dan Zaid mengangkat kedua bahu sembari menggelengkan kepala mereka. Tidak mendapat pertanyaan apapun lagi dari Feli, mereka berdua kembali melangkah pergi.

Sedangkan Feli, ia masih terdiam ditempat, berusaha keras memutar otaknya memikirkan apa yang sudah terjadi pada Akbar, bahkan hanya sekedar melihat batang hidungnya saja sangat sulit.

Tidak menemukan jawaban apapun diotaknya, Feli mulai menyusuri area Universitas, berharap bisa menemukan Akbar.

Langkah demi langkah Feli pijakkan, berkali-kali ia menghela nafas karena belum juga menemukan Akbar. Merasa lelah mengelilingi Universitas yang luasnya 3 kali lipat lapangan sepak bola, naik turun gedung tingkat 5, akhirnya ia duduk di taman tempat favorit Akbar.

"Lo kemana sih Bar.. Kaki gue pegel nyariin lo dari tadi.."

Saat Feli tengah beristirahat, tanpa sengaja matanya melihat Akbar lewat di area taman menuju arah parkiran sembari menatap layar ponselnya. Seketika mata Feli berbinar dan segera berlari menghampiri pria itu.

"AKBAAARR..."

Merasa terpanggil, Akbar pun menoleh. Hanya sesaat, kemudian kembali membuang muka dan meneruskan langkahnya, bahkan lebih cepat dari sebelumnya.

"AKBAR TUNGGUIN..."

"Sorry.. Ini demi kebaikan kita semua.." batin Akbar.

Feli masih terus mengejar, namun Akbar juga masih terus melangkah. Diwaktu yang sama Tasya dan 3 teman Akbar sedang memperhatikan mereka dari kejauhan.

Teman-teman Akbar memang sudah mengetahui masalah dan ancaman dari Eza, itulah sebabnya mereka ikut membantu Akbar untuk menjauhi Feli, karena keselamatan si kembar yang jadi taruhannya.

"STOP...!!"

Dengan nafas yang ngos-ngosan akhirnya Feli berhasil menghalangi langkah Akbar, ia berdiri tepat didepan Akbar sembari merentangkan kedua tangannya.

"Lo.. Kemana.. Aja sih.. Gue.. Hampir kehabisan nafas.. Gara-gara lo.." ucapnya sembari mengatur nafasnya.

"Sorry.. Gue sibuk.."

Akbar ingin kembali melangkah, namun Feli lebih dulu menahan tangannya agar tidak pergi. Feli menatap bingung Akbar yang enggan menatap dirinya.

"Lo kenapa?"

"Gue sibuk.." sahutnya sembari menepis tangan Feli.

Akbar ingin kembali melangkah, namun lagi-lagi Feli menahan tangannya. Feli merasa jika Akbar sedang menghindari dirinya.

"Tunggu Bar.."

"Gue buru-buru Fel.." lagi-lagi Akbar menepis tangan Feli.

Akbar kembali melangkah meninggalkan Feli yang tampak kebingungan, namun gadis itu tidak menyerah begitu saja, ia kembali mengejar dan menghalangi Akbar.

Antara Hati & LogikaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang