55 ~ Hadiah Untuk Nona Kebab

1.5K 186 67
                                        

Tak..

Tak..

Tak..

Langkah demi langkah Feli menuruni anak tangga sembari mengernyitkan keningnya bingung, pasalnya baru pukul 7 pagi tapi rumahnya sudah sangat sepi seperti kuburan, padahal hari itu hari libur dan seharusnya Eza ada di rumah, tapi nyatanya hanya ada ia sendiri.

"Ma.. Kak Eza.." panggil Feli.

Feli menghela nafasnya, sudah berkali-kali ia memanggil kakak dan mama nya, namun tidak ada tanda-tanda jika mereka ada di rumah.

"Pada kemana sih.." gumamnya bingung.

Tok.. Tok.. Tok..

Saat Feli ingin kembali ke kamarnya, langkahnya tiba-tiba terhenti saat mendengar ketukan pintu, hingga akhirnya ia beranjak untuk membukakan pintu.

Ceklek..

Saat ia membuka pintu, tatapannya langsung bertemu dengan tatapan seorang pria yang membuat hatinya merasa kesal, entah kenapa ia benar-benar benci dengan pria yang menyandang status mantan calon suaminya.

"Hay.." sapa Vero.

"Ngapain lo kesini?" tanyanya ketus.

"Gue udah gak boleh ke sini?"

"Mending to the poin aja deh.."

"Gue mau nyampein pesen mama ke tante Luci.. Dimana tante?" tanya Vero sembari melangkah masuk ke dalam rumah.

Seketika mata Feli membelalak saat melihat Vero dengan lancangnya masuk tanpa izin darinya. Ingin rasanya Feli menendang pria itu keluar angkasa agar tidak pernah melihat wajahnya lagi.

"HEH.. GUE BELUM IZININ LO MASUK.."

Bukannya menjawab, Vero malah tersenyum licik tanpa membalikkan tubuhnya, hingga akhirnya Feli yang mendekat dengan niat ingin mengusirnya.

"Mending lo pulang aja.. Gue sibuk.." usir Feli.

Vero diam saja, tidak menghiraukan Feli yang berusaha mengusirnya, pandangannya malah menyusuri setiap sudut rumah Feli yang di akhiri dengan senyuman tipis.

"Lo denger gue gak sih.." geram Feli.

Kali ini Vero menoleh menatap Feli, ia mulai melangkah mendekati Feli dan secara reflek Feli pun melangkah mundur, hingga akhirnya langkah Feli terhenti karena terhalang tembok, dan perasaan Feli mulai tidak enak.

"Jangan deket-deket.."

Disaat Feli berusaha menahan Vero agar tidak semakin dekat, namun Vero seolah tuli dan terus mendekat, bahkan mengunci pergerakan Feli disaat Feli ingin menjauh.

"Mumpung cuma berdua, gue bakal bikin lo jadi milik gue.." ucap Vero kemudian tersenyum licik.

Seketika tubuh Feli gemetar takut ketika Vero sadar jika mama dan kakaknya sedang tidak ada di rumah. Sekujur tubuhnya terasa merinding melihat senyum licik Vero, tentu saja Feli paham dengan maksud ucapan Vero tadi mengarah kemana.

Plak..

Satu tamparan dari Feli mendarat di pipi kiri Vero karena ia berusaha mencium Feli. Namun Vero tidak marah, malah terkekeh singkat kemudian mencengkram kedua tangan Feli agar tidak bisa melawannya lagi, dan ia kembali meneruskan niatnya untuk melecehkan Feli.

"COWOK BRENGSEK.. LEPASIN GUE.."

Karena Feli terus memberontak, Vero jadi sedikit kesulitan untuk melancarkan aksinya, "DIEM.." bentaknya sembari mempererat cengkramannya.

Antara Hati & LogikaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang