Disebuah pantai yang bersih nan indah, serta sepi akan pengunjung, itulah tempat yang dituju Feli dan Akbar. Tidak banyak orang yang tau akan pantai itu, sehingga membuat suasana di sana terasa sangat tenang.
Di atas tumpukan batu yang besar tepat dipinggir pantai, Akbar dan Feli duduk bersantai sembari menikmati suasana sore menuju senja. Deru ombak yang terhempas menghantam batu besar itu terdengar sangat merdu ditelinga mereka.
"Gimana? Suka gak sama tempatnya?" tanya Feli.
Akbar tersenyum dengan pandangan tertuju pada ombak yang silih berganti tanpa henti, "Hemh.." ia mengangguk untuk menanggapi pertanyaan Feli.
Feli kembali terdiam karena tidak ingin mengganggu Akbar yang sedang menikmati suasana disana. Melihat Akbar menyukai tempat itu, sudah lebih dari cukup baginya.
Hening, itulah suasana yang tercipta diantara mereka saat itu. Mereka sama-sama menikmati keindahan dan ketenangan tempat itu. Entah kenapa, hati mereka sama-sama merasa bahagia.
"Lo tau tempat ini dari mana?" tanya Akbar memecah keheningan.
"Dulu gue nyasar kesini gara-gara google map.." kekeh Feli.
"Hah.." Akbar terkejut dibuatnya.
"Tempat yang lo temuin ini aesthetic loh.. Tapi cara nemuinnya kok gak ada aestheticnya sama sekali.." ucap Akbar.
"Tapi ada untungnya kan? Kalo seandainya dulu gue gak nyasar, mungkin hari ini juga gue gak bakal ajak lo kesini.." sahut Feli.
"Iya juga sih.." Akbar mengangguk setuju dengan ucapan Feli.
Setelahnya, suasana kembali hening. Mata Feli terfokus pada langit yang mulai terlihat senja, dan di bibirnya terukir sebuah senyuman manis. Tanpa ia sadari Akbar sedang memandanginya dari samping.
"Cantik.." ucap Akbar tiba-tiba.
"Iya.. Sunset nya emang keliatan cantik banget ditempat ini.. Beda sama tempat lain.." sahut Feli dengan tatapan yang masih menatap langit senja.
"Lo nya yang cantik.. Bukan sunset nya.." Akbar masih terus memandangi Feli dari samping.
"Hah.." Feli terkejut dan langsung menoleh pada Akbar.
Pandangan mereka kembali bertemu, entah kenapa Feli merasa gugup mendapat tatapan yang tidak bisa ia artikan dari Akbar.
Akbar tersenyum tipis sembari menggerakkan kedua alisnya, "Salting ya?"
"Hah.. E-enggak.." Feli buru-buru mengalihkan pandangan kesembarang arah.
"Yakiin? Kok pipinya merah.." Akbar berusaha menahan senyumnya.
"M-mana ada.." bantahnya.
"Ini merah.." Akbar menunjuk pipi kanan Feli hingga menyentuh permukaan kulitnya.
Blush..
Feli merasa ada desiran aneh dalam dirinya. Kini pipinya semakin merona akibat sentuhan Akbar. Sedangkan Akbar, ia berusaha menahan senyumnya saat aksinya menjahili Feli berhasil. Namun tidak cukup sampai disitu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antara Hati & Logika
Romance📌 FOLLOW SEBELUM BACA ❗❗❗ 📌 Spin Off "Takdir si Kembar" 📌 Sudah End 📌 Belum Revisi Akbar Umair Al-Fariz yang kerap disapa Akbar adalah seorang pria kelahiran Kalimantan yang pindah ke Jakarta karena ingin melupakan kisah masa lalunya. Namun siap...
