Chapter 10 : Flower For My Flower

271 26 0
                                        




"Biar aku saja yang cuci piringnya hyung..kau sudah repot-repot memasak." Jimin mencoba mengambil piring-piring itu dari tangan Seokjin.

"Tidak apa Jimin-ah...aku sudah biasa seperti ini di apartemenku."

"Kalau begitu aku yang keringkan ya..." Jimin memaksa.

"Nee..." Sahut Seokjin.

"Hyunggg....kau jaga toko sebentar yaa...aku akan membantu Seokjin hyung."

"Seokjin-ah...biar aku dan Jimin saja yang mencuci." Namjoon ikut memaksa.

"Mmmm...sebaiknya jangan hyung...aku takut stok piring kita habis." Sahut Jimin tanpa rasa bersalah.

PLOK

Serbet itupun melayang ke kepala Jimin. Seokjin tertawa melihat mereka berdua.

"Jadi? Apakah kalian berdua pacaran?" Tanya Jimin setengah berbisik setelah Namjoon meninggalkan rumah itu.

"Tidak Jimin-ahhh..." Telinga Seokjin memerah.

"Ohh...maaf maaf..kukira Namjoon hyung sudah bisa membuka hatinya kembali." Sahut Jimin merasa tidak enak atas pertanyaan lancangnya itu.

"Membuka hati kembali? Maksudmu?"

"Namjoon hyung belum bercerita tentang hubungannya dengan Jackson hyung?" Jimin membulatkan mata kecilnya.

"Siapa Jackson?" Tanya Seokjin penasaran.

"Ah...maaf hyung...aku tidak bermaksud mencampuri urusan pribadi kakakku apalagi jika itu mempengaruhi hubungan kalian."

"Aishhh...Jimin bodohhh..." Pria mungil itu mengutuk dalam hati.


"Sudah selesai cuci piringnya?" Namjoon kembali ke rumah itu setelah Jimin berpamitan untuk keluar.

"Sudah Namjoon-ah...ayo kita mulai...aku penasaran sekali dengan seni merangkai bunga." Ujar Seokjin bersemangat.

Hari itu mereka berencana untuk menyelesaikan pesanan tuan Lee untuk dibawa ke Coffee Shopnya esok hari.
Seokjin menawarkan bantuan walaupun ia tidak yakin akan banyak membantu. Tapi ia senang sekali bisa berada disitu.

"Ini base untuk membuat flower crown Seokjin-ah." Namjoon menjulurkan anyaman berbentuk lingkaran kepada pria di sebelahnya.

"Bunga-bunganya bisa kau potong dari situ." Ia kemudian menunjuk ke arah dekat jendela.

Seokjinpun menuruti kata-katanya dan berjalan memilih-milih beberapa tangkai bunga.

Hening.

Mereka tengah serius mengerjakan rangkaian masing-masing.

"Namjoon-ah...."
"Hmmm?"
"Dagumu lebih maju kalau kau sedang serius."

Tawa merekapun pecah.

"Yaahhhh....kau sengaja tiba-tiba bilang begitu saat aku sedang berkonsentrasi!"

Beberapa jam pun berlalu. Namjoon merapihkan rangkaian terakhirnya dan meletakkannya di meja.

"Namjoon-ah.....lihat..." Seokjin memakai flower crown berhiaskan beberapa tangkai panjang bunga berjambul serta kuncup bunga Tiger Lily berwarna orange dan tertawa geli sendiri.

Tawa Namjoonpun meledak.

"Hyuuunnggggg...."

"Yaahhh...aku juga membuat boutonniere hahahaha..." Seokjin kembali tertawa sambil memamerkan hasil karyanya yang senada dengan flower crownnya.

"Hyungggg...kau terlihat seperti tukang sayurrr..."

Tawa wiper jendela itupun memenuhi ruang kerja Namjoon selama beberapa menit.

"Aahhhh...aku lelahhh..." Namjoon meregangkan tubuhnya di atas sofa.

"Aku juga.." Ujar Seokjin sambil mengusap air matanya hasil dari candaan tadi.

"Hyung...terima kasih ya sudah membantuku." Namjoon menatap Seokjin yang masih sibuk mengelap matanya dengan tissue.

"Sepertinya aku tidak banyak membantu." Ia kembali tertawa.

"Tapi besok aku akan membantu membawa bunga-bunga itu ke Coffee Shop tuan Lee ya...mobilku cukup besar kok untuk rangkaian sebanyak itu." Ia mengangguk-angguk lucu dengan pipi chubbynya.

"Iya hyuuunngggg...." Namjoon tidak bisa menahan diri untuk tidak mencubitnya.

Sepertinya aku menyukaimu, Kim Seokjin....

It's YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang