Seokjin berjalan cepat menuju parkiran. Menyalakan mobil dan melaju.
Namjoon yang duduk di belakang hanya terdiam khawatir.
"Semoga semuanya benar-benar berakhir ya hyung.."
Seokjin tidak menjawab.
Pegangannya pada kemudi menguat.Tanpa sadar ia menginjak gas dalam-dalam. Mobil besar itu meraung dan melaju dengan kecepatan tinggi.
"Hyung...hyunggggg!"
"Kau mengebut!" Jungkook meletakkan tangannya di bahu Seokjin yang masih gemetar.
"Tenangkan dirimu..." Ujarnya pelan.
Seokjin mengurangi kecepatannya. Menepi ke sisi jembatan yang sepi. Melepas seatbeltnya kasar dan membuka pintu.
"Maaf......sebentar" Ia turun dan berjalan ke arah belakang mobilnya.
Menyandarkan dirinya di tepi jembatan dan menopang kepalanya yang terasa berat.Namjoon yang dari tadi tidak mengeluarkan sepatah katapun membuka seatbeltnya.
"Hyung.." Jungkook menahan tangannya yang hendak membuka pintu menyusul Seokjin.
"Jangan...."
"Biarkan saja..." Ujarnya sambil tersenyum.
"B-bagaimana jika ia melompat?"
"Hahahaha.....tidak akan hyung...percayalah..." Jungkook menenangkan Namjoon.
"Ia tidak akan meninggalkanmu hyung....biarkan ia menenangkan dirinya sebentar"
Namjoon hanya menatap kekasihnya dari dalam mobil.
Jantungnya seperti akan meledak.
Ia sangat takut dengan Seokjin yang seperti ini.
Jungkook segera keluar menuju pintu pengemudi ketika dilihat kakaknya berjalan kembali ke mobil.
"Hyung duduk dengan Joon hyung ya..."
Jungkook meraih punggung Seokjin dan membukakan pintu untuknya.
"Mianhae Namjoonie...."
Ia masuk dan duduk bersandar pada bahu bidang pria di sebelahnya.
Mobil itu pun melaju.
"Kau tidak apa-apa sayang?" Namjoon mengusap keningnya yang basah karena keringat dan menangkup wajahnya dengan sebelah tangan.
"Kepalaku sakit..." Seokjin menyembunyikan wajahnya di lengan Namjoon.
"Sayang....." Namjoon mulai khawatir.
"Mau berhenti dulu?" Tanyanya pelan.
Seokjin menggeleng.
"Nanti juga hilang..."
"Ada kau disini...aku tenang...." Ia berusaha tersenyum. Suaranya lemah. Wajahnya pucat.
Namjoon hanya mengelus-elus rambut pria di pelukannya.
Mengecupnya dengan hati-hati.
Seokjin terisak. Emosi yang ditahan dari tadi akhirnya meledak.
"Aku disini sayang...aku disini...sshhhh" Ia mengeratkan pelukannya saat Seokjin mulai menangis kencang.
Hatinya sakit sekali mendengar suara tangisan kekasihnya.
Suara tangisan yang belum pernah ia dengar selama ini.
Jungkook menatap Namjoon dari spion tengahnya dan tersenyum sedih. Matanya berkaca-kaca melihat kakaknya seperti itu.
Seokjin yang kelelahan akhirnya ketiduran di pelukan Namjoon.
"Jungkook-ah....kita makan dulu bagaimana?"
"Aku takut maag Seokjin kambuh" Namjoon berbisik takut kekasihnya bangun.
"Mau pizza....." Suara manja itu muncul dari Seokjin yang baru bangun. Bibirnya mengerucut. Matanya masih setengah terpejam.
"A...aku membangunkanmu sayang?"
Namjoon mendekatkan wajahnya.
"Aku sudah bangun kok..." Seokjin meregangkan tubuhnya. Mengecup bibir Namjoon yang masih membulat menatapnya khawatir.
"Masih sakit?"
Seokjin menggeleng dan tersenyum.
Pipi hamsternya muncul kembali.
Namjoon menghela napas lega.
"Aku wajib bersenang-senang malam ini" Lanjut Seokjin.
Namjoon tersenyum dan mengangguk.
"Aku ingin melihat kau saat bersama teman-temanmu"
Jungkook yang memperhatikan mereka lewat kaca spion tersenyum lebar.
Lega rasanya melihat kakaknya baik-baik saja.
"Okaayyyyy...kita makan pizza!" Jungkook melajukan mobilnya lebih cepat.
