Aku memperhatikan jalanan, sesekali melirik auri yang sedang menyetir disampingku. Wanita ini tentu saja terlihat cool ketika menyetir hanya dengan satu tangannya. Matanya selalu fokus, terkadang aku ingin bertanya apa yang ia pikirkan ketika sedang menyetir dalam diam. Apa yang ia khayalkan.
Aku membuka seatbelt ku ketika mobil sudah parkir. Aku melirik auri yang melakukan hal sama. Auri menoleh padaku.
"Mau ke kelas bareng?" Tanyanya. Aku mengangguk pelan. Mengingat hubungan kami semakin membaik, tak ada salahnya kami mulai turun dari mobil dan berjalan ke kelas bareng.
"Pulang sekolah ke mall yuk" ajakku.
"Boleh, tapi gua belajar kelompok dulu ya" aku sedikit kecewa mendengar ucapan auri. Auri menatapku, aku pun mengangguk memberi auri jawaban.
"Kalau lu capek, lu pulang aja. Nanti gua jemput lu buat ke mall" saran auri, aku tak menanggapi saran itu. Aku langsung berbelok menuju kelasku, sedangkan auri lanjut menaiki tangga menuju kelasnya.
Sesuai rencana aku akan pergi ke mall sore ini bersama auri. Aku memberi alasan lain pada rina dan amel agar mereka tak perlu menungguku untuk keluar kelas bareng. Aku memilih menunggu beberapa menit di kelas sampai sepi.
Aku celingak celinguk memastikan sekolah mulai sepi. Aku menaiki tangga dan mengintip dari jendela apa yang auri lakukan. Tentu saja mataku terfokus pasa auri yang sedang membaca bukunya, hanya beberapa anak disana. Aku pun meninggalkan tempat itu dan mencari kesibukan lain.
"Dara!!"
Aku tersenyum dan melambaikan tangan pada abri yang menghampiriku. Ia memainkan bola basket ditangannya.
"Kok belum pulang?" Tanya abri
"Nunggu auri"
"Bukannya auri itu senior?, lo temenan?"
"Iya. Lo kok belum pulang?" Aku mengalihkan tofik.
"Mau main basket nih sama anak-anak, lo mau ikut?"
"Emangnya boleh?"
"Boleh dong, ayuk!" Abri menarik tanganku. Aku tak menolak, aku mengikutinya menuju lapangan.
Sesampainya di lapangan teman-teman abri sudah menunggu dan melakukan pemanasan.
"Lama banget lu ambil bola doang" sahut salah satu dari mereka.
"Lo cuma diminta jemput bola, kenapa malah bawa cewek juga" ucapan ini mengundang tawa mereka, tentu saja membuatku malu.
"Hai, gua teman sekelas abri. Dara" ucapku mengenalkan diri.
"Udah ayuk main" ucap abri memecah kecanggunganku berdiri diantara mereka. Ini pertama kalinya aku bermain basket dengan tim cowok, mereka bermain santai. Sesekali bercandain aku, tidak memberiku bola atau bahkan membiarkanku mencetak angkat dengan mudah. Namun aku menikmati waktu bersama mereka.
"Lo mau balik jam berapa?" Tanya abri. Aku meneguk habis sisa minumku sebelum menjawab abri.
"Ini gua mau ke atas susul auri"
"Mau pulang bareng gua dan anak-anak?" Tanyanya lagi.
"Kalian duluan aja, gua udah ada janji sama auri" jawabku. Abri mengangguk, ia pun bergabung bersama teman-temannya setelah pamit padaku.
Aku memakai ranselku dan berjalan kembali menuju gedung sekolah. Aku mengotak atik hp menanyakan auri sudah beres atau belum. Aku tak menunggu balasan auri, aku terus berjalan hingga sampai di lantai 3 dimana kelas auri berada.
Dari jauh aku bisa melihat pintu kelas itu terbuka. Aku mengerutkan kenigku, apakah auri udah kelar belajarnya. Aku melihat seseorang keluar kelas, berjalan ke arahku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Don't Leave Me Alone
Abenteuer(GxG) kamu tidak akan tahu, bagaimana kehidupanmu ke depan. siapa yang akan kamu temui & kamu tinggalkan. siapa yang akan kamu cintai dan kamu benci. aku bahkan tidak menyangka, ketika aku iri dengan temanku yang punya orang spesial, tuhan pertemuka...
