"Aku tunggu kamu di depan" auri mengirimiku pesan, ia sedang menungguku di depan gedung kuliahku, aku bergegas keluar menghampirinya. Hari ini cuaca tiba-tiba saja hangat, harusnya ini masih musim dingin. Auri mengajakku ke danau belakang kampus. Auri melebarkan alas dan duduk diatasnya, aku meletak beberapa cemilan yang baru aku beli, aku langsung berbaring menikmati angin sepoi-sepoi.
"Ri, besok aku pergi ya. Nginap satu malam dengan agatha" ucapku. Aku sudah memberitahu auri siapa agatha.
"Kenapa nginap?" Tanyanya
"Karena jauh dari kota, kasihan kalau agatha harus nyetir pulang pergi"
"Kamu kan bisa nyetir?"
"Hmm, kamu gak kuat ya sehari aja pisah sama aku?" Kataku dengan senyum jahil menggodanya, auri mengerutkan keningnya, memasang wajah jutek.
"Geer kamu" ketusnya
"Karena perjalanan jauh ke desa, lalu milih-milih biji kopi. Kalau balik hari itu juga pasti kacapekan agathanya" jelasku masih berusaha ijin.
"Ok" jawab auri, aku tersenyum lega. Aku bergeser memindahkan kepalaku ke pangkuannya.
"Terimakasih sayang" ujarku sembari menutup mataku, aku meminta auri kembali membacakan novel.
Din... aku sontak berhenti. Aku mengenal mobil ini.
"Ayo aku anter" agatha melempar senyumnya. Aku menoleh ke auri, aku berbisik dengannya mengenalkan agatha. Auri pun setuju ikut dengan mobil ini.
"Halo auri, aku agatha" ujarnya berbalik menyalami auri yang duduk sendiri di belakang.
"Hai"
"Wah dilihat dari dekat kakak kamu lebih cantik ya" ucap agatha menyipitkan matanya ke arahku. Aku mengalihkan mataku ketika auri menatapku.
"Kamu kenapa sering lewat kampusku?" Tanyaku heran.
"Sahabatku tinggal di daerah sini, selalu kebetulan ketemu kamu tiap mau pulang" jawabnya.
"Besok aku pinjam dara sehari ya" lanjutnya melihat auri dari kaca spion. Udah seperti barang nih aku.
"Besok aku jemput" ucap agatha sebelum pergi.
"Ok, bye" aku melambai pada agatha.
Aku memakai ranselku keluar kamar. Auri sedari tadi sibuk di dapur. Agatha sudah menunggu dibawah, aku harus segera turun.
"Dar, tunggu" auri berjalan cepat ke arahku. Aku memgambil totebag darinya. Aku mengintip isinya. Ternyata auri menyiapkan banyak makanan disana, termasuk minuman dan cemilan.
"Terimakasih cantik" kataku mencium pipinya. Aku bergegas turun. Agatha sudah berdiri bersender di mobilnya.
"Sorry aku kesiangan" kataku langsung masuk mobil.
Perjalanan kami lancar, jam 1 siang kami sampai ditempat. Daerah pedesaan yang tenang dan asri. Agatha memilih duduk di sebuah gazebo yang tak jauh dari tempat ia parkir. Ia berbaring meluruskan pinggangnya.
"Kita makan siang apa dar?" Katanya tanpa membuka matanya. Aku teringat bekalku. Aku mengambilnya dan langsung membukanya. Agatha bergerak bangkit ketika mencium bau makanan.
"Auri yang masak" kataku. Agatha membenarkan duduknya dan bersiap menyantap bekal ini.
"Enak banget punya saudara, ada temen dirumah, ada yang perhatiin juga" agatha meratapi nasibnya sebagai anak tunggal.
"Tapi kalian akur, jarang saudara bisa akur" timpalnya.
"Karena kami saling mencintai" jawabku.
"Harusnya begitu, kakak adik harus saling mencintai"
KAMU SEDANG MEMBACA
Don't Leave Me Alone
Petualangan(GxG) kamu tidak akan tahu, bagaimana kehidupanmu ke depan. siapa yang akan kamu temui & kamu tinggalkan. siapa yang akan kamu cintai dan kamu benci. aku bahkan tidak menyangka, ketika aku iri dengan temanku yang punya orang spesial, tuhan pertemuka...
