64. sixty Four

3.3K 204 3
                                        

"Ayo berenang" ajak dara. Aku berbaring dikasur malas-malasan. Ternyata bisa tidur siang itu enak banget ya. Dara sudah memakai bathrobe dan duduk santai di pinggir kolam.

Aku menyukai villa ini, selain pemandangannya ke pantai, villa ini juga punya private pool. Aku bingung melihat pakaian di tasku, aku tak membawa pakaian renang.

Drtt..drrt.. aku terheran karena dara mengirimiku pesan.

"Baju renang kamu di lemari" begitu pesan dara. Aku membuka lemari dan terperangah, dara menyiapkan bikini untukku. Aku memejamkan mataku, aku malu. Aku bergegas keluar menghampiri dara.

"Kamu nyuruh aku pakai bikini?" Tanyaku, dara mengangguk tanpa dosa. Ia berdiri dan perlahan membuka bathrobenya. Aku terbelalak melihat dara, ia sexy sekali memakai bikini itu.

"Disini gak boleh berenang kalau gak pakai baju renang" ujarnya berjalan mendekatiku

"Tt..ttapi gak harus bikini" balasku gugup. Dara tersenyum jahil, ia menyentuh rambutku dan memutar-mutar ujung rambutku.

"Jangan malu, aku juga udah pernah lihat semuanya" bisiknya. Dara perlahan masuk ke kolam.

"Aku tunggu kamu, aku gak akan keluar dari air ini sebelum kamu berenang sama aku" ujarnya. Wajahku memerah mendengarnya, aku berbalik kembali masuk. Jantungku berdegup kencang mengingat tubuh dara yang sexy dengan bikininya, aku berputar-putar berpikir untuk memakai bikini ini atau tidak.

"Auri, ayo cepet!" Teriak dara. Aku pun meraih bikini itu dan memakainya. Aku keluar masih memakai bathrobe menutupi tubuhku. Dara memandangiku dengan senyum.

"Kamu putar balik!" Kataku. Dara tertawa ringan, ia pun nurut dan berbalik membelakangiku. Aku buru-buru membuka bathrobe dan bergegas masuk, namun jahilnya dara tak usai. Ia berputar saat kaki ku baru menyentuh kolam. Wajahku segera memerah seperti tomat ketika dara tersenyum memandangiku. Aku mepercepat masuk ke kolam.

"Sexy" bisiknya ketika berenang melewatiku, aku jadi salah tingkah.

Usai berenang. Aku dan dara akan keluar villa mencari makan malam. Seorang waitres menemui dan menuntun kami menuju meja yang sudah siap dengan dekorasinya.

"Kamu yang pesan?" Tanyaku, dara menggeleng.

"Hadiah dari papa dan erick" ujarnya. Kami menikmati dinner diiringi musik romantis yang mengalur disekitar resort. Dara mengajakku jalan-jalan di bibir pantai, cuaca malam tidak dingin. Mungkin karena aku merasakan panas sejak tadi.

"Kamu suka disini?" Tanya dara

"Suka, tempatnya bagus" jawabku.

"Kamu suka habisin waktu samaku?" Tanyanya lagi, aku terdiam sejenak.

"Hmm... suka" jawabku. Kami berhenti berjalan, kami berdiri menatap pantai, suara keras deru ombak menutupi alunan musik dari sekitar resort.

"Bagaimana kabar papa andrea?"

Pertanyaan dara buatku kaget. Pertama kalinya dara menyebut nama papa setelah waktu itu.

"Baik"

"Kalau papa nelpon, sampaikan salamku ke papa. Terima kasih udah jaga mama dan kenzo, maaf udah merusak auri" ucapnya. Aku menatap dara dari samping.

"Aku gak rusak dar, begitupun kamu. Kita masih orang yang sama, masih anak mama dan papa" ujarku. Dara menghela napas berat.

"Aku hanya jatuh cinta, tapi menurut papa itu kesalahan besar" ucapnya. Dara menoleh ke arahku.

"Kamu tahu kan, cintaku sekarang bahkan lebih dalam dari sebelumnya. Aku gak akan lepasin kamu" ucapnya. Aku tak berkata apapun, kami saling tatap cukup lama. Mata dara berbinar, aku menyukai tatapannya. Namun kami berdua semakin hanyut, terbawa suasana malam dan perasaan.

Don't Leave Me AloneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang