Aku bolak balik melihat hp. Aku sedang mengantar mama ke bandara. Mama akan segera chek in dan imigrasi. Aku sedari tadi menghubungi dara, namun dara tak menjawab telfonku.
"Mama masuk ya" ucap mama bersiap.
"Sebentar ma, dara.."
"Auri" aku menatap mama, mama menggeleng. Aku mengerti dan berpamitan dengan mama.
"Bye kenzo, see you. Be a good boy ya" kataku mencium kenzo. Aku masih berdiri ditempatku menunggu mama sampai tak terlihat. Aku juga masih menunggu dibandara sampai mama take off.
Sepulang dari bandara aku mencari dara. Cafe adalah tujuan utamaku. Namun dara tak ada disana, agatha bilang ia ijin ke bandara. Aku mendesah pelan, duduk menunggu dara di cafe. Dara muncul ketika cafe closing.
"Aku duluan ya" pamit agatha padaku, ia menemaniku sejak tadi. Aku berdiri menyambut dara, ia berjalan lunglai menghampiriku.
Dug.. dara menjatuhkan kepalanya di dadaku. Ia memeluk erat pinggangku. Aku merasakan getaran ditubuhnya. Aku memeluknya erat. Dara tak berkata apa-apa. Aku tahu, ia dan mama sama-sama sedih. Aku tahu mereka sangat dekat, keributan ini pasti melukai keduanya.
Malam ini aku memilih tidur di cafe dengannya. Dara sudah terlelap, Ia memelukku sejak tadi. Aku memperhatikan ruangan ini, dara sudah tinggal disini beberapa hari. Ruangan ini lebih kecil dari kamarku, bahkan kasur ini harusnya hanya cukup untuk satu orang. Ruangan tanpa ventilasi, sempit dan ya terasa pengap.
Aku terbangun mendengar keributan dara, ia tersenyum menghampiriku.
"Pagi sayang" ucapnya menciumku. Dara sudah bersiap memakai bajunya.
"Mau kemana?" Tanyaku.
"Kuliah, ayo. Kamu siap-siap, aku buat sarapan" ujarnya keluar dari ruangan. Aku bangkit namun lengan kiriku terasa kaku, ah ini akibat jadi bantalan dara sepanjang malam.
Aku berhenti di depan halte bus, dara akan naik bus yang berbeda denganku.
"Nanti malam aku pulang" ujarnya. Aku hanya diam, dara melambaikan tangannya ketika aku sudah duduk di bus. Aku memikirkan ucapan mama sepanjang jalan menuju apart.
Aku memutuskan membawa dara kembali. Aku tak tega membiarkannya sendirian ditempat seperti itu. Aku juga tak bisa berbohong pada mama, ku katakan bahwa dara kembali tinggal bersamaku. Tentu saja mama marah. Lagi pula tak ada solusi yang bagus saat ini, jika ingin menuruti kemauan mama, dara harus tinggal minimal di tempat yang setara denganku. Aku tak bisa melihatnya tinggal di kamar kecil di cafe itu. Biaya apart di negara ini juga tidaklah murah, jika harus pisah apart tentu akan butuh dana lebih. Dana utama keluarga datangnya dari papa, alasan apa yang akan diberi jika papa bertanya. Ini akan menambah keributan.
Aku mencoba menjelaskan hal itu pada mama, mama tak terima tapi juga tak punya solusi. Bagiku, mama dan dara adalah orang yang sama. Terutama untuk keras kepala dan gengsinya.
"Kita harus cari cara agar kita tak serumah" kalimat ini memulai pertengkaran kami malam ini.
"Kenapa?, kamu bosan denganku?"
"Bukan itu, kamu kan tahu mama bolak balik omelin aku. Aku gak bisa terus-terusan buat mama gelisah disana"
"Mama kan gak disini, kamu bisa bilang aku dirumah agatha, atau aku tinggal di cafe"
"Aku gak bisa bohong ke mama dar" aku tahu jika berbohong akan meredam masalah ini, tapi apa untungnya di kemudian hari. Bagaimana jika mama tahu aku berbohong, aku bakal merusak semua kepercayaan mama dan papa.
"Kamu mau kemana?" Kataku ketika dara beranjar keluar kamar.
"Aku tidur diluar, kamu lebih suka sendiri kan?" Ujarnya sembari menutup pintu. Aku menghela napas berat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Don't Leave Me Alone
Adventure(GxG) kamu tidak akan tahu, bagaimana kehidupanmu ke depan. siapa yang akan kamu temui & kamu tinggalkan. siapa yang akan kamu cintai dan kamu benci. aku bahkan tidak menyangka, ketika aku iri dengan temanku yang punya orang spesial, tuhan pertemuka...
