63. sixty three

3.1K 200 0
                                        

"Hati-hati ri" dara membantuku keluar dari mobilnya. Sore ini dara mengantarku pulang dari RS. Aku menarik tangan dara yang ragu untuk masuk apart.

"Sorry aku belum belanja, cuma ada air putih" kataku memberi dara segelas air

"Rasanya gak ada yang berubah ya" ujarnya berkeliling. Dara duduk di sofa depan tv, ia menyentuh sofa itu perlahan sembari tersenyum, melihat senyumnya aku jadi malu. Apa yang dipikirkan dara?.

"Aku boleh nginep?" Tanya dara, aku tersedak mendengar itu.

"Mana tahu kamu butuh aku lagi, untuk jaga-jaga malam ini aku akan tidur disini" ujarnya.

Drrttt..drrtt.. Aku meraih hp di saku, terkejut melihat nama mama. Aku berlari masuk kamar dan mengangkat VC mama.

"Halo ma"

"Halo sayang, kamu udah sehat?"

"Udah ma" jawabku heran

"Syukurlah, dara nemenin kamu kan?" Tanya mama. Ah, berarti mama tahu dari dara, aku mengangguk menjawab mama.

"Hai ma" dara tiba-tiba muncul di belakang, aku kaget sampai memiringkan layar hp agar mama tak lihat dara

"Dara... sayang... kamu diapart juga?" Mama berteriak nyaring. Aku menghela napas pelan, kembali ku arahkan hp ke arahku dan dara.

"Kamu jagain auri ya" pesan mama

"Ok ma"

"Harus akur"

"Siap ma" ucap dara sambil merangkul bahuku, aku tersenyum tipis ke arah mama. Aku berusaha santai seperti dara.

Aku menutup telpon, dara mengambil alih hpku dan mengarahkan kamera , ia masih merangkulku dan.. ckrek. Dara mengambil foto berdua, ia sumringah mengirim foto itu untuknya dan mengembalikan hpku. Aku terheran dengan sikap dara.

"Ah, nyaman sekali" ujar dara. Ia rebahan di kasur, menepuk-nepuk bantal memintaku berbaring.

"Ayo baring sebentar" ujarnya, aku menurut dan berbaring disampingnya. Tak ada yang kami lakukan, hanya berbaring menatap langit kamar. Sayup mulai terdengar dengkuran dara, ia tertidur. Aku berbalik menghadap dara, aku selalu suka wajahnya ketika tidur, ia menggemaskan, dengkurannya tak pernah menggangguku, namun membuatku nyaman tidur disampingnya. Aku pun memejamkan mataku.

Aku bangun lebih dulu, langit diluar sudah gelap. Dara masih lelap, sepertinya ia lelah menungguku di RS. Aku perlahan keluar kamar, perut mulai lapar. Aku melihat kulkas yang tak berisi, aku pun memilih memesan makanan.

"Kamu masak?" Suara berat dara mengagetkanku. Aku sedang menyiapkan makanan di meja, dara mendekatiku dengan wajah bangun tidurnya. Ia langsung duduk bersiap makan.

"Mau langsung makan?" Tanyaku heran, dara mengangguk mengambil sendok.

"Aku lapar" ucapnya sambil menyuap makanan dengan mulut lebar, ia makan dengan lahap. Usai makan dar masih duduk menungguku, ia menopang dagunya dan menatapku dengan mata sayu.

"Kamu masuk gih, tidur" tegurku karena dara masih terlihat ngantuk. Dara tak bergerak, ia masih disana sampai aku selesai membereskan bekas makanan dan bersihin meja.

"Ayo" ajakku dengan sedikit menariknya, dara menurut. Aku membawanya ke toilet untuk gosok gigi.

"Nih, kataku memberi sikat gigi baru dengan pasta gigi diatasnya. Dara menyikat giginya dengan malas, membasuh wajahnya dan kembali ke kasur.

"Kamu gak tidur?" Tanyanya, matanya sudah tertutup. Aku berbaring di sampingnya, aku sendiri tak ngantuk. Dara mendekat merapatkan tubuhnya padaku, ia melingkarkan tangannya di pinggangku.

Don't Leave Me AloneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang