[Typo bertebaran]
.
.
.
***
Al berjalan memasuki kawasan Mansion, Ia telah di sambut dengan para pengawal dan pelayan yang selalu setia berjaga di sana.
"Syukurlah tuan muda sudah kembali." Ujar salah satu pelayan, membuat Al menatap pelayan itu. Dengan langkah perlahan ia mencoba melewati pintu. Tubuhnya langsung membeku saat di hadapi dengan tatapan tajam seluruh orang yang berada di depannya.
Glup!
Rafa dan yang lainnya baru saja akan pergi mencari Al, saat akan dekat dengan pintu keluar langkah kaki mereka terhenti saat makhluk kecil yang mereka cari sudah berada didepan mereka.
"Daddy_Al tadi_" Al membuka suaranya untuk mengatakan sesuatu kepada Daddynya tapi, belum sempat ia menyelesaikan ucapannya Daddy nya langsung membentaknya yang dimana membuatnya terkejut.
"DIAM!" teriak Rafa menghampiri putranya itu dengan emosi yang akan siap meledak. Al menundukkan kepalanya takut. Seharusnya ia sudah memikirkan segala yang akan mungkin terjadi pada dirinya.
"TATAP DADDY AL!" Al menggeleng kan kepalanya.
"DADDY MENYURUH MU UNTUK MENURUT AL!" Semua yang ada di sana hanya diam melihat ayah dan anak itu.
"Daddy__Al." ucap Al dengan pelan.
"APAKAH DADDY MENYURUH MU BICARA?" sekali lagi ucapan Al terpotong, bahkan ia tak sempat menjelaskan kepada Daddynya itu.
Al menatap sang Daddy dengan air mata yang membendung di kedua kelopak matanya.
"Daddy__jangan marah__" lirih Al menahan air matanya yang akan siap menetes. Entah kenapa setiap ia dimarahi oleh sang Daddy membuat nya tak bisa menahan tangis yang akan siap membasahi pipinya itu. Aura Daddy nya tidak main-main yang dimana membuat nyalinya seketika langsung menciut.
"Rafa__ jangan membentak nya! Ia masih kecil." Chris yang tidak tahan pun segera memperingati Putranya itu. Ia juga marah dengan cucunya karena sudah pergi tanpa memberitahu siapapun. Tapi ia tak terima saat putranya itu akan membentak cucunya.
Al berjalan lebih dekat dengan sang Daddy, lalu ia peluk erat kaki Daddynya itu."Daddy jangan marah_hiks_" lirihnya terendam dengan isakan kecil.
"Maaf_maaf_Daddy_maafin Al. Al salah__jangan marah Daddy." Al mencoba menenangkan sang Daddy, berharap amarah Daddy nya itu akan mereda.
Rafa sekuat tenaga menahan amarahnya yang akan keluar kapan saja. Dengan sekuat tenaga ia menahan amarahnya itu supaya tidak terlampiaskan kepada putranya, ia takut putranya itu akan takut dengan dirinya, dan menjauhinya yang diamana akan membuatnya frustrasi.
Rafa mengehela nafas lelah, dilihatnya sang anak yang memeluk dirinya."Kenapa kau selalu membuat Daddy khawatir hm?" tanyanya dengan emosi yang sedikit mereda.
"Daddy__Al tidak akan ulangi lagi." Al menatap sang Daddy dengan ekspresi sedihnya. Rafa pun segera menggendong putranya itu.
"Bukan kah anak nakal harus di hukum?" Celetuk Arselio membuat Al menatap Omnya itu.
"Om jangan ikut-ikutan." Al berujar lirih.
Kepalanya menggeleng menatap Daddy nya itu."Daddy_jangan hukum Al ya." Al memandang Daddynya memohon, air matanya sudah menetes membasahi pipinya.
"Tidak kak__seperti nya Al memang harus di hukum biar dia tidak bandel lagi." Sekarang giliran Selina yang ikut-ikutan memanasi.
"Al tidak bandel Tante,"
"Benarkah? jadi siapa yang pergi tanpa memberitahu kan siapapun tadi?"
"Al," Al menunjuk dirinya sendiri.
"Hukuman apa yang pantas untuk mu baby?" tanya Olivia kepada cucunya itu.
"Jangan di hukum, Al akan menjadi anak yang penurut janji tidak akan bohong."
"Benarkah?"
"Iya Gradma_" Mereka yang mendengar Al akan menjadi anak penurut pun, membuat mereka semua tersenyum puas. Sedangkan Rafa hanya memandang putranya itu diam.
Chris mendekati sang cucu mencoba mengambilnya dari gendongan sang anak. Saat akan memindahkan Al kepelukannya, Al mendesis kesakitan.
Ssss!
Mereka semua terdiam, menatap Al heran, Chris yang melihat cucunya kesakitan pun segera menelisik seluruh tubuh si kecil, sampai atensinya terhenti di lutut cucunya itu yang terluka bahkan ada sedikit darah yang keluar dari lutut cucunya itu.
Rafa yang melihat hal yang sama pun ekspresi nya seketika menggelap."Bagaimana kau bisa terluka?" Ia menatap putranya datar.
"Cepat Ambil kan kotak P3K!" Salah satu pelayan pun dengan cepat mengambil kan apa yang di minta dan setelah itu memberikan kepada Tuannya, Rafa.
Mereka pun segera mengelilingi Al yang sudah diduduki di atas sofa.
Rafa dengan telaten mengobati kaki putranya itu.
"Al kenapa bisa terluka?" tanya Roslanda khawatir.
"Al jatuh_Nenek buyut."
"Kenapa bisa jatuh?" Chris mencoba bertanya.
"Tadi ada yang ingin menculik Al_tapi gak jadi karena ada orang yang nolongin Al."
"Tadi dia juga yang ngantar Al kesini." Jelasnya pada mereka yang ada di sana.
"Siapa?" Tanya Aska entah kepada siapa. Mereka saling tatap seolah bertanya-tanya.
"Al kenal gak sama orangnya?" tanya Agatha kepada Al, mereka pernasaran dengan orang sudah menolong Al, mereka akan mengucapkan terima kasih kepada orang itu, karena telah menyelamatkan kesayangan mereka.
Kalau tidak ada dia mereka tak dapat bayangkan apa yang akan terjadi kepada Al.
"Gak tau_ Al gak kenal." Bocah kecil itupun menggelengkan kepalanya tanda tak tahu.
"Kita akan mencari tahu," ujar Faren angkat suara. Para remaja yang ada di sana mengangguk kan kepala mereka tanda mengiyakan.
"Alex kau cepat periksa Cctv di sekitar gerbang Mansion." Perintah Wilyam kepada putra bungsunya itu.
"Iya Dad."
.
.
.
.
.
~Next
KAMU SEDANG MEMBACA
ALVIN ✓
Teen Fiction~ Familyship, Brothership, Bromance dan Friendship *** Kisah seorang remaja yang meninggal akibat kecelakaan dan bertransmigrasi ke tubuh seorang anak berumur empat tahun yang hidup di jalanan. Disaat meratapi nasibnya remaja itu di kejar-kejar pre...
