[Typo Bertebaran.]
.
.
.
***
"Kenapa Lo ajak dia kesini?" bisik Selina kepada adiknya itu.
"Mereka maksa mau kesini kak, kan gak enak nolaknya." Greisy berbisik menjawab pertanyaan sang kakak.
Sekarang kakak beradik itu berdiri menatap kedua punggung teman kelasnya yang berdiri didepan mansion Papa mereka.
Saat pulang sekolah, para saudara laki-laki mereka sedang ada latihan basket disekolah jadi, mereka semua akan pulang terlambat. Selina dan Greisy pun akan pulang berdua saja ke mansion. Tapi, entah kapan saat Selina meninggalkan adiknya itu untuk ketoilet sebentar, kedua makhluk yang menjadi teman sekelas mereka itu sudah berdiri didekat adiknya.
Selina menjadi kesal saat mengetahui bahwa mereka berdua ingin berkunjung di rumah mereka. Tentu Selina langsung saja menolak karena itu bukan rumahnya. Tapi adiknya ini malah memperbolehkan mereka karena tidak enak terhadap mereka. Mendengar hal itu Selina hanya bisa pasrah, adiknya ini terlalu baik. Padahal ia tahu betul sifat semua teman kelasnya itu, yang berteman karena ada maunya saja.
"Kok gak diajak masuk?" Salah satu gadis menoleh kebelakang melihat kedua temannya yang hanya berdiri diam disana.
Selina segera menampilkan senyum palsunya, padahal hatinya sangat kesal sekarang. Ia pun mempersilahkan tamu tak diundang itu untuk segera masuk." Ayo silahkan masuk!" Ujarnya dengan terpaksa. Mereka berempat pun segera berjalan masuk kedalam.
Selama perjalanan kedua teman kelas nya itu berdecak kagum menatap bangunan mewah didepan mereka. Sedangkan Selina hanya bisa memutar matanya malas.
Setelah sampai diruang tamu, Greisy langsung saja mempersilahkan mereka berdua untuk duduk.
"Keyna, Myra, silahkan duduk dulu!"
Ucapnya menyebutkan nama teman kelasnya itu.
Selina duduk disofa dengan posisi kaki disilangkan, matanya menatap orang yang duduk tak jauh darinya tajam.
Greisy hanya bisa tersenyum simpul melihat kelakuan kakaknya itu. Ia pun menduduki tubuhnya disamping sang kakak.
"Selina, Greisy, gue minta minum dong! Haus ni habis perjalanan dari sekolah kesini." Keyna menatap kedua temannya itu memohon.
"Ambil sendiri ya, karena kami bukan pelayan." Selina menatap keyna malas.
"Kan kita tamu, masa ambil sendiri sih? Pasti ada pelayan kan. Suruh ambilin minum dong!" Ucap Keyna kembali meminta untuk diambilin minum.
"Mereka sibuk, gak sempet buat ambil minum untuk kalian." Balas Selina datar.
Keyna hanya bisa menatap temannya itu malas, iapun mencoba melangkahkan kakinya menuju dapur yang sudah ditunjuk teman sekelasnya itu.
"Gue mau nyusul Keyna dulu!" Myra pun segera pergi menuju sahabatnya yang menuju dapur.
"Seharusnya Lo gak ijinin mereka kesini!" Selina menatap adiknya kesal.
"Biarin lah kak, mereka juga sebentar kok. Gak mungkin mereka gak pulang kerumah mereka." Greisy berujar sabar melihat kakaknya yang sangat kesal itu.
*
Al berdiri menatap lemari es didepannya itu dengan mata berbinar, ia baru saja kabur diam-diam dari sang Oma untuk kesini. Sekarang ia berada di dapur. Ia ingin memakan eskrim yang ia ketahui ada didalam lemari Es itu.
Tangan kecilnya mencoba membuka pintu lemari itu.
"Kenapa ditaruh diatas sih, kan gak sampai jadinya." Al menatap ke rak atas dengan kesal. Iapun menoleh mencari kursi. Dengan cepat ditariknya kursi itu dan diletakkan tepat didepan lemari es itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALVIN ✓
Novela Juvenil~ Familyship, Brothership, Bromance dan Friendship *** Kisah seorang remaja yang meninggal akibat kecelakaan dan bertransmigrasi ke tubuh seorang anak berumur empat tahun yang hidup di jalanan. Disaat meratapi nasibnya remaja itu di kejar-kejar pre...
