[Typo Bertebaran.]
.
.
.
***
"Daddy kita mau kemana?" Tanya Al yang tidak mengalihkan pandangannya keluar jendela menatap jalanan dengan banyaknya kendaraan yang berlalu-lalang, bangunan tinggi yang menjulang. Membuatnya sangat betah melihat pemandangan disana.
"Nanti kau akan tahu," ujar Rafa lembut memperhatikan putranya yang sangat asik menempelkan wajahnya di jendela mobilnya. Sangat lucu menurutnya, seolah-olah wajah kecil itu akan segera tembus dari kaca jendela mobilnya.
Hari ini Al sangat senang, karena Daddynya itu tiba-tiba saja mengajaknya pergi. Walaupun ia tak tahu kemana, ia tetap saja sangat senang. Karena baru kali ini Daddynya itu berinisiatif mengajak nya jalan-jalan.
Untuk luka ditangannya sudah sembuh karena Daddynya itu sangat rutin mengobatinya setia hari, untuk nasib kedua gadis itu, Al tak terlalu perduli ia yakin keluarganya pasti akan melakukan sesuatu untuk membalasnya.
Setelah perjalanan yang cukup panjang mereka pun segera sampai ketempat tujuan. Rafa segera menggendong putranya itu untuk keluar dari mobil mereka.
Al sangat senang saat mengetahui mereka sudah sampai ketempat tujuan, tapi tak berlangsung lama ia langsung dibuat kecewa saat melihat bangunan rumah sakit didepannya.
Ia jadi tau kenapa sang Daddy mengajaknya untuk pergi, hari ini adalah jadwal rutinnya untuk melakukan pemeriksaan dan fesioterapi terhadap tubuhnya, bagaimana mana ia bisa lupa akan hal itu.
Al jadi dibuat kecewa karena terlalu berharap hari ini akan bersenang-senang.
"Kenapa hm?" Rafa menatap wajah Putranya itu yang sepertinya sedang kesal.
"Tidak ada," jawab Al cemberut.
Mereka pun berjalan memasuki kawasan rumah sakit, berjalan melewati lorong-lorong menuju ruangan tempat yang sudah dijanjikan.
Al menatap sekeliling, matanya langsung tertuju kepada ayah-anak yang duduk di kursi ruang tunggu, pria muda yang kemungkinan berusia dua puluhan, dan sang anak yang sepertinya seusia dengan dirinya. Disamping kedua orang itu, Al dapat melihat beberapa orang yang berpakaian jas hitam yang diyakini bodyguard mereka.
Rafa berjalan santai melewati beberapa orang disana, Daddynya juga membawa bodyguard tapi hanya dua saja tidak seperti orang itu yang sepertinya ada sekitar lima atau enam bodyguard.
"Ayah kapan kita pulang nya?" Suara manis terdengar dari telinga Al. Al melirik sekilas lalu ia kembali menatap ke depan.
"Sebentar lagi ya." Sang Ayah menjawab pertanyaan anaknya itu lembut.
Rafa dan Al pun pergi jauh dari sana dan sampai ketempat Al untuk melakukan pemeriksaan.
Setelah pemeriksaan selesai, Al menunggu diluar bersama bodyguardnya. Ia menunggu sang Daddy yang sedang berbicara didalam dengan sang Dokter yang merawatnya.
"Paman." Panggil Al kepada bodyguardnya itu.
"Iya tuan."
"Al mau pipis," ujarnya pelan kepada bodyguardnya itu. Ia tak tahan dan ingin cepat-cepat ke toilet sekarang.
"Apakah tuan kecil bisa menahannya sampai tuan muda datang?"
"Tidak! Al mau ketoilet_ cepat! Al udah gak tahan!" Kakinya bergerak gelisah.
Salah satu bodyguard pun segera membawa Al menuju toilet, sedangkan satunya menunggu disana.
Al segera masuk ia menyuruh bodyguardnya untuk menunggu didepan pintu menjaga dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALVIN ✓
Teen Fiction~ Familyship, Brothership, Bromance dan Friendship *** Kisah seorang remaja yang meninggal akibat kecelakaan dan bertransmigrasi ke tubuh seorang anak berumur empat tahun yang hidup di jalanan. Disaat meratapi nasibnya remaja itu di kejar-kejar pre...
