Bab 16

33.3K 2.2K 32
                                        

[Typo Bertebaran.]
.
.
.
***


Hari libur telah usai, saatnya kembali beraktivitas seperti biasanya, seperti para remaja yang sekarang sudah berada dikantin sekolah untuk memenuhi kebutuhan mereka. Siapa lagi kalau bukan Rafa, Aska, dan sepupunya, tak lupa keempat pemuda yang menjadi sahabat mereka itu.

Diantara mereka suasananya cukup hening karena, para remaja itu sibuk memakan makanan mereka, hanya dentingan sendok yang beradu dengan mangkuk yang berisikan makanan itu yang terdengar.

"Aska!" Leon pun memecah keheningan itu dengan memanggil sahabatnya sambil masih memakan makanannya.

"Hm?" Sahut Aska tanpa mengalihkan pandangannya dari makanan yang di makannya itu.

"Kita mau kerumah Lo, boleh kan? Udah satu bulan lebih kita gak kesana lagi." Tanya Leon menatap sahabatnya itu.

"Gak, gue gak lagi nerima tamu!" tolak Aska pada keinginan Leon itu.

Leon pun hanya memutar matanya malas, setelah itu ia menatap Kakak kelasnya dan sekaligus kakak sahabatnya itu.

"Kak Rafa, kita bolehkan berkunjung kesana. Sekalian mau lihat Al." Rafa hanya melirik Leon sekilas setelah itu melanjutkan lagi aktivitasnya.

"Terserah." Jawab Rafa singkat.

Aska yang mendengar itu langsung menatap kakaknya tajam." Kak, kenapa di bolehin?" tanyanya tak terima.

"Udah sih Ka, biarin mereka ke Mansion. Mereka cuman mau ketemu Al." Sahut Selina sambil menepuk bahu Aska.

"Maka dari itu gue gak terima! Mereka itu mau memonopoli keponakannya gue!" Aska menatap Leon tajam, sedangkan sang empu yang di tatap hanya menampilkan wajah tengilnya.

"Pelit banget sih." Sindir Leon kepada Aska.

"Gue hanya mau ketemu, bukan mau menculik."

"Takut bener jadi orang." Setelah mengatakan itu Leon kembali melanjutkan makannya. Menghiraukan
Aska yang semakin tajam menatap dirinya.

Tanpa mereka sadari salah satu dari mereka sedang tersenyum tipis tanpa sepengetahuan siapapun.

Bel pulang sekolah sudah berbunyi, Rafa dan lainnya berjalan ke arah mobil jemputan mereka. Sedangkan Leon, Xifer, Felix, dan Arya menuju ke parkiran yang terdapat motor mereka itu.

"Lo mau kemana kak?" Xifer bertanya pada sang kakak yang sudah menaiki sepeda motornya dengan ancang-ancang akan pergi.

"Gue gak ikut, ada urusan." Jawab Felix datar kepada adiknya itu. Setelah itu ia pun segera pergi meninggalkan mereka yang ada di sana.

"Gue juga ada urusan." Arya berujar dingin setelah itu, segera menaiki sepeda motornya, dan pergi meninggalkan kawasan sekolah.

"Ya udah sih, berarti kita berdua aja." Leon mengangkat bahu nya tanda tak peduli.

"Yuk, keburu kita di tinggal." Ajaknya kepada Xifer, yang sedari tadi menatap  kepergian kakaknya.

Setelah itu mereka pergi menyusul mobil Rafa dan Aska yang sudah jalan terlebih dahulu.

*

Setelah perjalanan yang panjang, mereka pun sampai di kediaman Groston itu, Leon dan Xifer berjalan mengikuti langkah sang tuan rumah memasuki kawasan mansion.

"Mereka siapa?" tanya dari sikecil, mampu membuat kedua remaja itu syok berat.

Al baru saja turun bersama sang Oma. Tapi saat ia melihat di ruang tamu, Daddynya itu sudah pulang dengan yang lainnya juga. Bukannya langsung kekamar mereka malah duduk santai terlebih dahulu di sofa ruang tamu. Bersama dua orang lain yang ia tidak kenal.

ALVIN ✓ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang