Bab 1

118K 5.7K 40
                                        

[ Typo bertebaran ]
.
.
.

***

Di sebuah gang sempit dan gelap terdapat dua orang pria paruh baya dan seorang bocah yang saling kejar-kejaran.

"Huh__,huh"

"Hei jangan lari"

"Aduh gue harus lari kemana gue capek."

"Pusing banget ni kepala, baru juga sadar ni gue kalau gue lagi transmigrasi udah di kejar-kejar gini." keluh remaja itu yang kelelahan karena sedang berlari.

Dia yang sedang termenung memikirkan diri nya yang bertransmigrasi, harus berlari dari kejaran preman-preman atau lebih ke penculik anak yang menghampirinya. Dimana preman-preman itu ingin menjual organ tubuh nya.

Mengetahui hal itu tentu saja dia harus pergi menjauh.

*FLASHBACK ON

"Eughh!"

"Gue dimana?"

"Bukan nya gue udah mati ya?" tanya seorang remaja yang baru saja bangun dari pingsan nya.

"Gue kan tadi kecelakaan di tabrak mobil kok sekarang ada di gang sempit."

"Eh tunggu dulu kok suara gue beda ya, dan ..., dan tangan, tubuh gue kenapa jadi kecil gini?!" panik remaja itu yang baru tersadar ada yang aneh dengan diri nya.

Di saat keterbingungan nya remaja itu tanpa sengaja melihat pantulan kaca pecah yang menampilkan dirinya yang berbeda.

"Apa?! Jangan bilang itu gue? Tapi disini gak ada siapa-siapa yang berarti itu gue dong!" tanyanya sambil melihat kaca itu.

"Akhr!" teriak remaja itu memegang kepala nya yang tiba-tiba sakit, dan banyak nya potongan-potongan ingatan yang masuk membuat nya mengerang kesakitan.

Tetapi hanya sebentar, rasa sakit yang kuat itu hilang seketika dengan berhentinya ingatan-ingatan yang datang.

Remaja itu akhirnya tahu apa yang terjadi dengan dirinya, dia bertransmigrasi ke tubuh seorang anak yang berumur empat tahun yang hidup di jalanan, untuk orang tua nya dia tidak tahu.

Menurut ingatan pemilik asli nya
anak ini di titip kan di panti asuhan, namun karena kecelakaan tak terduga panti tersebut mengalami kebakaran hebat dan dia yang yang saat itu melihat orang-orang berlari keluar panti juga mengikuti dan sampailah tersasar di gang sempit ini. Tah ini hanya kebetulan atau pun takdir nama remaja dan balita itu sama yaitu Alvin.

"Hahh__"

"Transmigrasi bukan sih? Kayak yang di novel-novel gitu."

"Tapi gak gini juga, masa harus di tubuh anak ini sih. Gue itu udah 17 tahun. Dan sekarang jadi 4 tahun."

"Udah kayak gembel aja ni muka gue." Keluh Alvin melihat diri nya dengan wajah yang kotor juga baju nya yang robek dan lusuh.

Hingga bunyi derap langkah kaki terdengar, segera membuyarkan lamunan Alvin. Dia pun mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang datang.

"Bos!"

"Ada bocah ni lumayan lah," ujar seorang preman yang baru saja datang dengan satu orang lagi yang di panggil bos olehnya.

"Hmm_menarik, harga nya pasti mahal." ujar si bos dengan senyum smirk nya.

ALVIN ✓ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang