Hari ini, Rania masuk sekolah seperti biasa. Entah kenapa, hari ini Haidar tidak mengganggunya. Gadis itu jadi merasa damai.
Rania teringat untuk mengembalikan payung milik Juna. Begitu masuk kelas, ia langsung menuju ke meja Juna. Untung orangnya sudah datang. Rania menghampiri mejanya dan langsung meletakkan payung itu.
"Thanks ya." Ucap Rania padanya. Juna menatap ke arah gadis yang berdiri di hadapannya.
"Kalo lo mau ucapan lo tadi diterima, istirahat nanti ketemu di perpus. Gue mau ngomong bentar." Ucapnya. Rania hanya balas mengangguk.
Banyak pertanyaan yang berputar di kepala Rania. Mau ngapain dia ngajak ke perpus? Tumben-tumbenan mau ngomong ama gue? Mana harus berdua lagi? Seserius apa sih emangnya yang mau diomongin?~ Kira-kira, begitulah isi pertanyaan yang ada di kepala Rania.
Rania langsung berjalan ke arah mejanya. Begitu duduk, Eva dan Icha langsung menoleh ke arah sahabat mereka. Seperti biasa, duo gadis itu langsung mengoceh tak jelas.
"Lo tadi habis ngapain sama Juna?" Tanya Icha.
"Iya, tumben lo ngomong sama tu orang. Ngga, bukan tumben. Lo kan emang ngga pernah ngobrol ama Juna, kenapa tiba-tiba tanpa aba-aba ngobrol berdua?" oceh Icha lagi panjang lebar. Sedangkan Eva hanya mendengarkan ocehan Icha dengan malas.
"Gue tadi cuma balikina payungnya si Juna." Jawab Rania.
Icha dan Eva langsung bertukar pandangan. Lalu, menatap ke arah Rania.
"Kemarin dia minjemin lo payung?" Tanya Icha. Rania mengangguk.
Tiba-tiba, Eva langsung menggebrak meja.
"Apa-apaan sih lo Va?!" Bentak Icha.
"Pasti si Juna lagi dusmodusmo sama lo!" ucap Eva.
"Bisa jadi, lo jangan mau kalo dimodusin kayak gitu Ran! Jaga diri lo! Lo kan cantik, baik, pinter, siapa aja pasti mau modusin lo. Haidar si muka datar aja modusin lo!" Ucap Icha panjang lebar.
"Jutek gini cantik?" tanya Rania pada mereka malas sambil memutar bola mata.
Mereka berdua salin tatap, lalu terkekeh berdua. Bahkan Makin lama, mereka malah terbahak-bahak. Rania menatap mereka bingung. Apa maksudnya mereka ngetawain gue? Apa yang salah sama pertanyaan gue? Atau, apa gue sejelek itu?~ batin Rania.
"Lo ni Ran, mau lo jute, lo sinis, lo sadis, lo tetep cantik di mata seseorang yang tepat." ucap Eva.
Ternyata yang mendengar perkataan Eva tidak hanya Rania dan Icha, tapi juga seluruh siswa yang ada di kelas. Hingga mereka menunjukkan reaksi yang sama.
"Anjay..." ucap seluruh siswa di kelas sambil tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Menurut kalian, Juna bakalan ngomongin apa nih ke Rania?
Kalo penasaran, aku bakalan lanjut, kalo ga penasaran, ya tetep lanjut.😆
Btw, kalian suka tipe cerita ini ga?
Kalian boleh banget kasih komentar, kritik, atau saran kalian supaya cerita aku kedepannya bisa lebih bagus lagi.
Jangan lupa masukin ke reading list,
share, dan vote terus ya!
KAMU SEDANG MEMBACA
MUST END (REPUBLISH)
Romance13+ Rania Adiningrum, seorang gadis remaja berusia 17 tahun yang memiliki kehidupan tidak seperti remaja pada umumnya. Ia tidak pernah pergi ke mall bersama teman, ke tempat disco, ataupun bermain dan bersendagurau dengan sahabat. Semua itu terjadi...
