Keluarga Haidar & Rania

313 10 0
                                        

Setelah acara reuni, Rania menjemlut Khalid dan Khadijah di rumah orang tua Haidar dan membawa mereka pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Khalid dan Khadijah terbangun dari tidur mereka. Padahal Rania ingin sekali tidur siang. Tapi rasanya tidak tenang meninggalkan mereka berdua saja. Ada Haidar sih, tapi kalau dia sedang di telepon karyawannya kan repot.

"Ayah tadi habis pergi ke mana?" tanya Khadijah.

"Ke sekolahnya ayah sama bunda dulu."

"Kok kita ngga diajak sih!"

"Kan ayah maunya berdua sama bunda." Goda Haidar.

"Hue... aku nda disayang ayah." Ucap Khadijah tiba-tiba sambil menangis.

"Hahahahahahahahahahahahaha...... ngga, ngga. Ayah sama bunda sayang kalian kok." Ucap Haidar.

Rania menghampiri Khadijah yang menangis dan menggendongnya.

"Kamu tuh ya!" ucap Rania pada Haidar.

"Ya maaf. Habisnya, siapa suruh nangis kok lucu banget. Anak siapa sih?" tanya Haidar sambil mencubit pipi Khadijah.

"Ih! Aku anaknya bunda Rania! Wekk...!" ucap Khadijah sambil menjulurkan lidah ke Haidar.

"Eh! Ngga boleh kayak gitu, ngga sopan! Minta maaf sama ayah!" titah Rania pada Khadijah.

"Nda mau, ayah nyebelin!"

"Ngaca dek, kamu juga nyebelin kalo lagi mood!" Celetuk Khalid.

"Hueee... kak Khalid sama ayah sama aja!"

"Shh... kalian nih ya! Sukanya godain tapi begitu nangis nanti ditinggal." Omel Ranua kepada suami dan anak pertamanya.

"Kan asik, ya ngga yah?" tanya Khalid pada Haidar.

"Kalo boleh jujur sih, iya."

Mereka tertawa terbahak-bahak bersama sambil melakukan gerakan tos. Rania menggelengkan kepala melihat kelakuan mereka berdua itu. Entah kenapa Khalid itu seperti "Haidar 2".

"Kok si Ali bisa persis banget sama lo gini sih! Satu yang kayak lo aja dah bikin puyeng!" omel Rania pada sang suami.

"A K U, aku." Eja Haidar pada istrinya sambil melotot.

"Iya iya, aku." Jawab Rania. Ia memutar bola matanya jengah.

"Pake nanya! Ali kan anakku, ya jelas mirip aku lah!" ucap Haidar.

"Tau ah, serah kalian!" Jawab Rania kesal sambil berlalu ke dapur. Ya, Rania masih menggendong Khadijah untuk kududukkan ke meja makan.

Khalid masuk ke kamarnya sambil menunggu sang bunda menyiapkan makanan. Sedangkan Haaidar mengikuti ke dapur. Tiba-tiba, ia mmemeluk Rania dari belakang dan menaruh dagunya di atas bahu kanan sang istri.

"Ngambek, yang?" godanya sambil mencubit hidung Rania.

"Ngga."

Tiba-tiba, Khadijah memukul tangan ayahnya hingga membuat Haidar tersentak.

"Bunda punya aku, ayah sama kak Khalid aja!" ucap Khadijah.

"Ngga, bunda punya ayah." Goda Haidar sambil terus memelukku.

"Lepas, yah! Sesek tau ngga!" ucap Rania yang tak didengarkan oleh Haidar.

"Ih! Ayah sana! Bunda punya aku! Bunda sayangnga sama aku!" ucap Khadijah sambil terus memukuli Haidar.

"Sini, ayah kasih tau." Ucap Haidar menyuruh Khadijah untuk mendekatinya.

Khadijah yang ada di gendongan Rania langsung mencondongkan tubuhnya agar bisa mendekat kepada ayahnya.

MUST END (REPUBLISH)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang