45. Brengsek!

197 3 0
                                        

Sepulang sekolah hari ini, Rania tidak pulang bersama Haidar karena suaminya itu sedang pergi ke Singapore.

Rania sudah diberitahu Angga jika suaminya itu sedang ke Singapore merawat bunda yang baru kecelakaan. Namun, selama Haidar di sana, ia sama sekali tidak menelepon sang istri. Jadi, Rania tidak mengetahui kabar apapun tentang Haidar selama sang suami berada di Singapore.

Rania ingin mencari taxi online. Namun sejak tadi, ia tidak mendapatkan taxi-nya. Akhirnya, ia memutuskan untuk berjalan kaki pulang ke rumah.

"Kak, lo pulang ama gue aja!" ucap Ari pada Rania.

"Ngga usah, gue lagi pingin jalan."

"Bang Haidar takut lo kenapa-napa."

"Emang siapa yang mau ngapa-ngapain gue?"

Ari mengela napas panjang.

"Gue dulu pengen banget punya cewek yang mandiri, tapi ternyata susah ya. Bikin khawatir mulu!" keluhnya.

"Emang gue cewek lo?"

"Ya kagak. Maksudnya, berarti gambaran cewek gua ntar begini."


Rania menggeleng.

"Terus, Ayu mau lo ke manain?"

"Ke mana-mana hatiku senang."

"Tau lah." Ucap Rania sambil menyeraingai dan memutar bola mata jengah.

Ia berjalan pergi meninggalkan Ari sendirian. Jarak sekolah dengan rumahnya memang tidak terlalu jauh sih, hanya sekitan 2 km. Biasanya, Rania tidak pernah jalan kaki saat pulang. Tapi, karena hari ini mendung dan Haidar sedang pergi ke Singapore, ia jadi ingin jalan kaki karena tidak ada cahaya matahari terik di atas kepalanya.

Rania berjalan melewati jalur biasanya. Dan tanpa sadar, ia sudah tiba di tempat ini. Tempat pertemuan pertamanya dengan Haidar, sang suami. Entah kenapa, ia merasa sedikit ketakutan. Firasatnya tidak enak.

Benar saja. Tiba-tiba, ada suara gemuruh motor dari arah belakang Rania. Ia menengok ke belakang dan yang kudapati adalah Dito yang sudah turun dari motornya.

"Cewek, kiw kiw!"

"Mau apa lo?!" tanya Rania.

"Anjir, udah jelek, sok jago lagi!" ucapnya.

"Ikut gue!"

Tiba-tiba ia membekap Rania dengan sarung tangan yang langsung membuatnya pingsan. Samar-samar, ia masih dapat mendengar suara Ari yang memanggilnya dari kejauhan. Tapi, ia tidak bisa mengejar Rania. Mobil yang mengangukut tubuh Rania langsung melaju dengan kecepatan penuh yang sangatlah gila.

Tidak ingin mengambil resiko dengan datang ke kandan IIJDEN tanpa membawa bantuan samasekali. Bukannya tidak berani. Ari hanya tidak ingin rencananya untuk menyelamatkan Rania malah membuatnya terperangkap juga dan Rania semakin dikuasai oleh mereka.

Ia langsung mengambil ponselnya dari saku celana. Ia menekan beberapa nomor dan menelepon seseorang.

"Bang, masih lama?"

"Mungkin 10 menit lagi. Kenapa? Lo udah kangen?" Goda dari telepon.

"Kak Rania diculik sama IIJDEN. Gue yakin, kita pasti sepemikiran soal tempat di mana mereka abakalan nyekap dia." Ucap Ari.

Setelah mengatakan hal itu, ia langsung memutus sambungan telepon dan melajukan motornya menuju tempat di mana Rania dibawa. Ia yakin, bahwa dugaannya dengan sang kakak ipar itu tidak salah. Dan benar saja, saat sampai di depan gerbang tempat itu, ada sebuah mobil yang membawa Rania tadi.

Haidar mendarat di gedung perusahaan milik keluarga Angga. Ia memilih gedung itu bukan hanya karena memiliki helipad di rooftop-nya, tapi juga sangat dekat dari tempat di mana Rania sedang disekap saat ini.


Begitu turun dari helipad langsung lari ke arah pintu dan menuruni tangga. Ia berlari ke luar gedung dari arah belakanh sekitar 5 menit, lalu tiba di tempat yang ia tuju.

Para anggota BRUISER sudah tiba di tempat itu lebih dulu. Karena setelah Haidar menerima telepon dari Ari tadi, ia langsung memberi kabar kepada para anggota BRUISER sedang nongkrong di tempat yang tak jauh dari markas IIJDEN. Memang yang sampai di sana baru beberapa anggota saja. Namun dengan jumlah itu sudah sangat cukup untuk melawan IIJDEN yang tidak lebih kuat dari mereka.

"Lo polos apa goblok sih?" ledek Haidar lirih sambil menatap ke arah mobil itu.

♠︎♠︎♠︎

Ketika Rania tersadar, ia sudah berada di ruangan yang sempit dan gelap. Tubuhnya terikat kuat. Tak lama, ada seseorang yang membuka pintu. Rania dibuat terkejut dengan seseorang yang baru saja masuk. Karena ia adalah Juna.

MUST END (REPUBLISH)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang