eps. 2

16.9K 572 12
                                        

happy reading

dengan wajah gusar Rony berada di kamarnya sendirian sambil menatap ke arah luar. ya! seperti inilah keseharian Rony menjelang tidur, memikirkan beberapa hal yang memang patut dipikirkan. salah satunya itu perkataan sang nenek, yang tidak jauh dari suruhan menikah. 

"nenek, Rony akan mewujudkan keinginan nenek itu tapi tidak dalam waktu dekat" ucap Rony melihat mata nenek yang sangat dia cintai itu.

"apa yang membuat ragu cucu nenek ini, hm"

"apa karena kejadian dimasa lalu?" mengusap kepala Rony pelan

tak dapat mengelak, Rony memang benar-benar benci dengan kejadian beberapa tahun lalu. entah bagaimana ia harus mengekspresikan kekecewaannya pada saat itu.

"terlalu berat buat Rony melupakan luka itu, nek" Rony menunduk tak ingin air matanya terlihat oleh neneknya.

"berusahalah nak, kamu hanya akan menyakiti dan merugikan diri sendiri saja"

"apa kamu tidak ingin memiliki istri yang bisa mencintaimu, mengurusmu, dan melayanimu? bayangkan akan ada anak kecil yang akan menyebutmu dengan sebutan 'papa'"

nenek Sri sengaja mengompori dengan hal-hal yang manis akan pernikahan, tetapi beda dengan Rony yang seakan tak menanggapi perkataan neneknya itu dengan baik. lama Rony berdiam diri mencerna perkataan manis neneknya tapi tetap saja bayangan bayangan menyakitkan yang muncul.

"kasih Rony waktu ya, nek. nenek tau Rony sayang banget sama nenek kan? jadi Rony akan berusaha mewujudkan impian nenek yang ingin Rony menikah"

nenek Sri tersenyum mendengar penuturan cucunya itu. cukup percaya dengan perkataan Rony kali ini yang perlahan akan membuka hati.

tersadar dari lamunannya saat mendengar deringan notifikasi dari ponselnya. 

yaa! itu dari Salma

satu-satunya wanita yang dia izinkan untuk dekat dengannya selain mama dan neneknya.

(isi pesan Salma dan Rony)

"selamat malam, bapak Rony"

"maaf mengganggu malam-malam, tapi ga terlalu malam juga baru jam 10"

"oh ya, bapak mau saya bawakan bekal apa besok? harus bilang ya pak biar saya ga bingung. bapak kan tau saya seperti apa kalau lagi bingung"

"jadi saya tanya saja ke bapak"

sedikit senyuman muncul menghiasi wajah Rony melihat pesan yang dikirimkan oleh Salma. hatinya menghangat menerima perhatian seperti ini apalagi dari seorang wanita.

"apa saja Salma, pasti akan saya makan" balas Rony.

"tuh kan, pasti selalu begini. ayolah pak sekali-kali reques gitu" tak sampai semenit Salma sudah membalas pesan Rony.

"ya apa, Sal. saya juga bingung"

"kalau boleh tau kamu sama siapa dirumah?"

"hmm iya deh, besok ga usah aja bawa bekal" ancam Salma 

"sendiri lah, bapak kan tau. mau apa?"

"iya ga usah, besok temani saya makan saja diluar"

"engga nanya aja"

"iss tuhkan, kalo ga inget bapak itu bos saya, udah saya maki-maki"

"gajelas banget si, pak"

MY LOVE IS ENDLESS [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang