\•\•\•\
Tujuh hari kemudian
Bagi Wang Yibo, tidak ada lagi semangat hidup yang tersisa setelah seminggu tiada kabar tentang Sean. Setiap hari dan hampir setiap jam dia merongrong detektif Wang hanya untuk menanyakan tentang Sean sampai detektif itu uring-uringan karena dia memaksa untuk selalu ikut dalam pencarian Sean di sekitar tebing.
Tapi harapan tinggal harapan. Entah kenapa Sean menghilang seperti ditelan bumi. Setelah hari itu polisi memeriksa kondisi di tebing, jasad Mark ada di dalam mobil yang terbakar. Menurut autopsi, ada bekas luka tembak di bagian perut. Yang membingungkan, tidak ada jasad Sean. Jika memang Sean ikut terbakar di dalam mobil, seharusnya jasadnya ada bersama jasad Mark. Itu sebabnya polisi berpraduga kalau kemungkinan Sean selamat atau sempat keluar dari mobil yang terbakar. Tetapi setelah tujuh hari berturut-turut melakukan pencarian, tidak ada penemuan jasad atau orang yang terluka.
Hari ini pun, tiga hari lagi berlalu, kabar yang sama tetap didapatkan Wang Yibo. Bahkan dia hanya terkena omelan sang detektif karena masih belum bisa menerima kenyataan. Yibo bersandar lemas pada sofa kamar yang masih dia sewa. Wajahnya murung dan air mata selalu menjadi teman setiap harinya. Sekarang pun, dia hanya bisa meratapi nasib karena polisi memutuskan untuk menghentikan pencarian. Itu yang dikatakan detektif Wang sewaktu dia menghubungi.
Pihak kepolisian menyatakan kemungkinan Sean masih hidup sangatlah kecil. Kalaupun dia sempat keluar dari mobil, tetapi kondisinya yang buruk tidak memungkinkan untuk bertahan hidup di tempat seperti itu. Hilangnya jasad diperkirakan karena jatuh terpental terlalu jauh. Di bawah tebing itu terdapat jalanan lain yang membatasi pantai, bagian dari perairan Jinshan.
Dugaan pertama, Sean terguling ke bawah dan menimpa kendaraan lain atau bisa jadi tertabrak ketika ada mobil melintas. Tapi karena tidak adanya laporan kecelakaan yang masuk, dugaan kedua kemungkinan Sean mencoba menyelamatkan diri ke arah lautan. Tetapi karena kondisi buruk, dia bisa saja terseret arus dan hilang terbawa ombak.
Itu semua spekulasi dari polisi yang menangani kejadian, tetapi pada intinya tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi. Semua hanya praduga dan karena tidak ada lagi yang bisa dicari, kepolisian pun berhenti mencari dan menutup kasus.
“Sean ...” Yibo bergumam pedih. Aliran bening lagi-lagi membasahi pipi. “Di mana dirimu? Sebenarnya apa yang terjadi?”
Yibo merasa hilang arah. Kepedihan yang dia rasakan lebih sakit dari sebelumnya. Dia lebih rela melihat Sean berbahagia dengan orang lain daripada mendengar kematian tanpa kejelasan. Dia bahkan tidak bisa melihat kondisi terakhir Sean.
Yibo mengerjapkan mata yang penuh oleh cairan hangat. Dalam bayangannya, dia seperti melihat Sean yang berjalan menghampiri, melangkah anggun dengan senyum manisnya yang menawan. Pemuda itu berhenti di depannya, berlutut dan mengulurkan tangan. Jemari lentik itu mengusap pipi, berusaha mengeringkan air mata dari wajah.
“Jangan menangis, Yibo. Aku di sini.”
Suaranya yang lembut terdengar merdu dan mendayu.
“Sean?”
Yibo menggapaikan tangan, berusaha menyentuh wajah putih yang bersinar.
“Sean, kau datang?” gumamnya pilu.
“Jangan bersedih. Aku selalu ada bersamamu. Kemarilah.”
Yibo mengusap kelembutan pipi yang sangat halus. Bibirnya tersenyum dan menyambut kedua lengan Sean yang memeluknya.
“Jangan pergi lagi, Sean. Jangan tinggalkan aku.”
Yibo meratap dengan air mata yang kembali mengalir.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐏𝐀𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 𝓲𝓷 𝓛𝓸𝓿𝓮 [𝐄𝐧𝐝]
RomansaSebagai seorang penulis skenario yang sudah memiliki nama, Wang Yibo mendapat undangan untuk membuat satu film dan mempertemukannya dengan seorang aktor yang selama ini dia cari. Pertemuannya dengan Sean Xiao membangkitkan kisah dan luka lama. Namun...
![𝐏𝐀𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 𝓲𝓷 𝓛𝓸𝓿𝓮 [𝐄𝐧𝐝]](https://img.wattpad.com/cover/329977779-64-k57680.jpg)