Bab 7

3K 182 2
                                        

Selamat Membaca..




























Kelas XII-3

Di jam terakhir, kelas XII-3 sedang mengikuti pelajaran Sejarah yang diajar oleh Bu Frieska. Suasana kelas cukup santai karena hari sudah hampir selesai, dan seperti biasa, Bu Frieska mulai bercerita tentang pengalaman hidupnya.

Seperti kebanyakan kelas lain, murid-murid antusias mendengarkan cerita pribadi guru, karena mereka tahu itu bisa mengulur waktu pelajaran. Namun, suasana berbeda terasa dari sudut ruangan. Yessica Tamara Harlan—yang biasa dipanggil Chika—terlihat melamun, pikirannya melayang entah ke mana.

Bu Frieska menyadari ada yang tidak beres.

"Chika," panggil Bu Frieska.

Tidak ada respons.

"Ekhem! Chika!" panggilnya lagi, kali ini dengan suara lebih keras.

Namun, Chika tetap tidak bereaksi. Tatapannya kosong, menatap lurus ke depan tanpa fokus.

Melihat itu, Olla—teman dekat Chika—menyikut pundaknya dengan cukup keras.

"Woi, Met!" bisiknya tajam.

"Anj—!!" Chika hampir latah, tapi sebelum kata-kata mutiara keluar, Olla cepat-cepat membekap mulutnya.

"Hmphh!" suara Chika tertahan.

"Diem, blog!" bisik Olla, matanya melirik ke arah Bu Frieska. "Bu Frieska dari tadi manggilin lo, bego! Tapi lo nggak denger!"

Bu Frieska berjalan mendekat dengan alis terangkat. "Kamu kenapa, Chika?" tanyanya.

"Sa—" Chika baru membuka mulut.

"Katanya Chika kurang enak badan, Bu," potong Olla cepat-cepat sebelum Chika sempat bicara.

Bu Frieska mengerutkan dahi. "Mana ada—"

"Saya izin antar dia ke UKS, Bu," Olla kembali memotong, tak memberi kesempatan Bu Frieska membantah.

Bu Frieska akhirnya menyerah. "Baiklah, silakan."

Begitu mendapat izin, Olla langsung menarik tangan Chika keluar dari kelas. Namun, arah langkah mereka jelas bukan menuju UKS.









Rooftop

Begitu tiba di rooftop, Chika menepis tangan Olla dengan kesal.

"Lo kenapa sih, La?! Nggak jelas banget!" dengus Chika.

Olla balas menatapnya tajam. "Lo yang kenapa? Dari tadi melamun terus... Lo mikirin apa?"

"Nggak mikirin apa-apa!" elak Chika, mencoba menghindar.

"Lo pikir gue percaya? Kita temenan bukan dari kemarin, Chik. Dari TK, tahu!" Olla menyilangkan tangan di dada, tak mau dibohongi.

YANG INDAH? | ch2 (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang