Happy Family..
Christy berjalan ke arah keluarganya, meninggalkan Opa Jojo dan Oma Shanju di belakang. Hatinya berat, tapi ia tahu ini adalah keputusannya.
Begitu sampai di sisi keluarganya, Papa Gracio langsung menariknya ke dalam pelukan erat.
"Cinta papa udah aman sekarang.." ucapnya lirih.
Christy merasakan dada papanya naik turun dengan napas berat. Pelukan itu penuh perlindungan, penuh rasa sayang.
Shani, mamanya, mengusap rambutnya dengan lembut, air mata jatuh di pipinya.
"Mama minta maaf, Sayang… Mama minta maaf karena terlambat."
Christy menggeleng. "Bukan salah Mama… Aku senang bisa kembali."
Zean menghela napas panjang, menepuk kepala Christy pelan. "Dasar dedek. Kamu bikin abang panik setengah mati."
Christy tersenyum kecil.
"Maaf ya, Bang…"
Tapi sebelum ia sempat berkata lebih banyak, Chika langsung menariknya dalam pelukan erat, tubuhnya sedikit gemetar.
"Dedek…" suara Chika bergetar, "Aku takut banget kehilangan kamu."
Christy menutup matanya, membiarkan dirinya tenggelam dalam dekapan Chika.
Kakaknya selalu jadi pelindung, selalu ada untuknya, dan kini… Christy kembali ke pelukan yang selalu membuatnya merasa aman.
"Aku pulang, Kak… " bisiknya pelan.
Chika mengeratkan pelukannya, mengusap lembut rambut Christy. "Jangan pergi lagi ya, sayang?"
Christy mengangguk, menempelkan dahinya ke bahu Chika. "Janji."
Mereka tetap dalam posisi itu cukup lama, seakan dunia di sekitar mereka menghilang.
Christy merasa hangat. Ia merasa utuh.
Ia tahu keputusannya ini menyakitkan, tapi ada satu hal yang pasti…
Ia kembali ke tempat yang seharusnya.
Ia kembali ke pelukan keluarga yang selalu menyayanginya.
Dan malam itu, untuk pertama kalinya…
Christy merasa benar-benar pulang.
Perjalanan Pulang..
Mobil besar yang membawa keluarga Gracio melaju di jalanan malam yang lengang. Suasana di dalamnya terasa hening, tetapi bukan hening yang dingin—melainkan hening yang penuh ketenangan.
Christy bersandar di bahu Shani, wanita yang telah melahirkannya, memberikan hidup untuknya.
Shani mengusap pelan kepala Christy, sesekali mengecup puncak kepalanya dengan penuh kasih sayang.
Di sisi lain, tangan Christy erat digenggam oleh Chika. Kakaknya tak ingin melepaskannya, seakan memastikan Christy benar-benar ada di sini, bersamanya.
Sesekali, Chika membawa tangan Christy ke bibirnya, memberikan kecupan lembut di punggung tangannya—sebuah sentuhan penuh rasa sayang dan kelegaan.
"Capek, Sayang?" suara Chika terdengar pelan, penuh perhatian.
Christy mengangguk kecil, tubuhnya semakin tenggelam dalam dekapan kehangatan mamanya. "Aku cuma... masih nggak nyangka ini semua selesai."
Gracio, yang duduk di kursi depan, menoleh ke belakang. "Ini belum selesai, nak. Papa nggak akan biarin mereka ganggu dedek lagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
YANG INDAH? | ch2 (END)
FanfictionDipisahkan sejak bayi, Chika dan Christy kembali bertemu setelah 16 tahun. Bagi Chika, adiknya adalah separuh dirinya, sumber bahagia sekaligus luka terdalam. Chika rela mati-matian menjaga, meski perlindungan itu sering disalahpahami. Christy sayan...
