Selamat Membaca
Tantangan baru pun datang untuk Chika dan Christy. Hari itu, mereka harus menghadapi banyak hal yang harus dipersiapkan untuk acara basket antar sekolah yang akan segera diadakan.
Dan sekolah mereka SMA Bumantara akan menjadi tuan Rumah
Acara ini sangat penting bagi mereka, terutama untuk Christy yang terlibat langsung sebagai bagian dari OSIS yang mempersiapkan acara itu, dan Chika yang juga ikut dalam tim basket sekolahnya.
Meski semuanya tampak berjalan dengan lancar, tekanan untuk memastikan acara ini sukses tetap terasa, terutama dengan beberapa masalah yang muncul selama persiapan.
Hari Persiapan di SMA Bumantara
Pagi itu, suasana SMA Bumantara jauh lebih sibuk dari biasanya.
Aula sekolah dipenuhi oleh anggota OSIS yang berlalu-lalang, menyiapkan segala hal untuk turnamen basket antar sekolah yang tinggal beberapa hari lagi.
Christy berdiri di tengah aula dengan clipboard di tangan, matanya serius memeriksa daftar tugas.
Meski wajahnya terlihat tenang, tekanan untuk memastikan semuanya berjalan lancar membuatnya sedikit stres.
Dimas, ketua OSIS, datang menghampirinya dengan senyum santai seperti biasa. "Christy, soal banner di depan gimana? Udah kelar kan?"
Christy menghela napas, mencoba tetap tenang. "Belum, kak. Vendor-nya telat kirim desain, katanya baru selesai besok."
Dimas mengangkat alis, lalu nyengir. "Ah, santai aja. Masih ada waktu kok. Jangan tegang, nanti cantik kamu jadi nggak kelihatan."
Christy melirik Dimas sebentar, lalu kembali fokus ke clipboard tanpa menanggapi godaannya.
Dia sudah terbiasa dengan cara Dimas yang suka menggoda, tapi itu malah bikin dia makin risih.
Dirga, yang baru selesai memindahkan beberapa kursi ke pojok aula, mendengar percakapan mereka dan mendekat.
"Christy, kalo lo butuh bantuan buat ngecek vendor-nya, gua bisa temenin nanti setelah rapat."
Christy menoleh ke Dirga dan tersenyum kecil. "Thanks, ga. Tapi gue coba urus sendiri dulu. Kalau masih nggak beres, gue kabarin ya."
Dimas hanya melirik sekilas, tapi tidak berkata apa-apa. Dirga memang selalu sopan dan tahu batas, beda dengan Dimas yang suka asal ceplas-ceplos.
Di sudut aula, Gita, Kathrina, dan Marsha sahabat dekat Christy sedang sibuk mengecek daftar peserta yang akan datang.
"Eh, dek," panggil Gita dari kejauhan. "Ini daftar tim dari SMA Pelita Nusantara belum lengkap, nomor kontak mereka nggak aktif."
Christy berjalan cepat ke arah mereka, memeriksa daftar tersebut.
"Ya ampun, padahal mereka yang paling cepet daftar. Coba cek lagi kak di email, mungkin ada perubahan kontak."
Kathrina mendesah. "Udah nyoba, tapi nggak ada balasan juga."
Sementara itu, Rehan dan Reza yang bertanggung jawab atas bagian teknis, datang dengan wajah panik.
"Christy, speaker di aula rusak," kata Rehan cepat. "Udah dicoba sama Reza, tapi suaranya malah pecah-pecah."
Christy menutup matanya sebentar, mencoba mengendalikan diri. "Oke, tenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
YANG INDAH? | ch2 (END)
FanfictionDipisahkan sejak bayi, Chika dan Christy kembali bertemu setelah 16 tahun. Bagi Chika, adiknya adalah separuh dirinya, sumber bahagia sekaligus luka terdalam. Chika rela mati-matian menjaga, meski perlindungan itu sering disalahpahami. Christy sayan...
