Happy Reading....
Setelah mereka semua berkumpul di kamar shani dan gracio, suasana terasa begitu hangat dan akrab.
Christy duduk di tengah-tengah, dengan Chika yang tetap memeluknya. Gracio bersandar santai di headboard, sementara Shani duduk di sebelahnya, tampak menikmati kebersamaan ini.
"Aduh, udah lama banget kita nggak ngobrol santai kayak gini," ujar Shani sambil tersenyum lembut.
"Gimana kalau Mama cerita-cerita waktu kalian masih bayi dulu? Banyak kejadian lucu, lho!"
Mata Chika langsung berbinar penuh rasa ingin tahu. "Yang lucu-lucu tentang aku, Ma?" tanyanya semangat, meski masih enggan melepaskan pelukannya dari Christy
"Ya pastilah! Kamu kan biangnya onar dari kecil," goda Shani sambil terkekeh pelan.
Christy menoleh penasaran. "emang Kak Chika kenapa pas bayi, Ma?" tanyanya dengan suara lembut.
Shani tertawa kecil sebelum memulai ceritanya. "Jadi, waktu Chika masih umur dua tahun, dia itu super usil dan suka penasaran. Suatu hari, Mama lagi sibuk di dapur, eh tiba-tiba ada suara ribut dari kamar. Pas Mama masuk, ternyata Chika lagi mainin bedak bayi. Tau nggak? Satu kamar penuh bedak! Kakakmu itu kayak salju berjalan."
Gracio yang mengingat kejadian itu ikut terkekeh. "Iya, Papa sampai kaget. Chika berdiri di tengah-tengah kasur dengan muka bangga, padahal udah putih semua dari kepala sampai kaki!"
Christy langsung tertawa kecil, membayangkan kakaknya dalam kondisi berantakan seperti itu. "Ih, Kak, iseng banget sih!" godanya sambil mencubit lembut pipi Chika.
Chika merengut kecil tapi tetap tersenyum. "Yah, namanya juga eksplorasi. Aku kan penasaran waktu itu," kilahnya membela diri.
Shani menggeleng sambil tertawa. "Penasaran apanya? Yang ada Mama sama Papa capek beresin kamar! Dan bukan cuma itu, lho. Ada lagi kejadian waktu Christy baru lahir..."
Mendengar namanya disebut, Christy menoleh semakin penasaran. "Aku kenapa?"
"Waktu itu kamu baru umur beberapa minggu, masih bayi banget. Chika suka penasaran sama adiknya, jadi tiap kali Christy bobo, Chika pasti mau ngeliatin terus."
" Pernah satu malam, Mama lagi tidur, tiba-tiba dengar suara ribut di kamar bayi. Pas Mama ke sana, eh Chika udah ikut masuk ke dalam boks bayi!"
Gracio tertawa mengingat kejadian itu. "Dia lagi berusaha nyelip di sebelah Christy, bilangnya mau nemenin biar Dedek nggak kedinginan."
Christy tertawa geli, sementara Chika hanya mengangkat bahu santai. "Kan aku perhatian. Dari kecil udah sayang Dedek," ujarnya dengan nada bangga.
Shani menatap mereka berdua dengan tatapan penuh kasih sayang. "Iya, meskipun sering usil, dari dulu Chika memang paling lengket sama Christy. Sampai sekarang nggak berubah, ya?" godanya ringan.
Chika tersenyum lebar dan memeluk Christy.
Christy hanya terkikik pelan dan membalas pelukan kakaknya.
Setelah suasana sedikit mereda, Christy tiba-tiba berseru penuh semangat. "Eh, biar lebih seru, gimana kalau kita maskeran? Aku bawa masker dari kamar!"
Shani mengangguk setuju, sementara Chika yang awalnya ingin memonopoli Christy langsung cemberut kecil. Namun, ia tetap mengambil masker yang diberikan adiknya, tak ingin merusak momen manis di antara mereka
"Yuk, maskeran biar makin glowing!" seru christy riang sambil membagikan masker.
Chika langsung menyambar masker dan menatap papanya dengan senyum jahil. "Aku maskerin Papa, ya. Biar Papa nggak kalah kece sama Mama," godanya sambil duduk di samping Gracio.
KAMU SEDANG MEMBACA
YANG INDAH? | ch2 (END)
FanfictionDipisahkan sejak bayi, Chika dan Christy kembali bertemu setelah 16 tahun. Bagi Chika, adiknya adalah separuh dirinya, sumber bahagia sekaligus luka terdalam. Chika rela mati-matian menjaga, meski perlindungan itu sering disalahpahami. Christy sayan...
