Selamat Membaca
Sore itu, di taman kota…
Ternyata sebelum Chika dan Christy tiba, teman-temannya: Adel, Olla, Oniel, dan Flora sudah lebih dulu ada di sana. Mereka sengaja bersembunyi di balik pohon besar, penasaran ingin melihat sisi lain dari sohib jamet mereka yang biasanya cuek dan tomboy, tapi sekarang malah terlihat manis saat bareng adiknya.
Namun, rencana mereka gagal total. Flora, yang nggak tahan menahan bersin, tiba-tiba “Hachoo!” dengan suara yang cukup keras. Christy langsung menoleh ke arah sumber suara, dan begitu melihat wajah-wajah familiar yang muncul dari balik pohon sambil menahan tawa, dia langsung ngakak.
“Ketauan deh,” bisik Olla sambil nyengir lebar.
Christy akhirnya memutuskan menghampiri mereka. Tapi Chika, yang sedang menikmati momen dengan mata terpejam, sama sekali nggak sadar kalau ada yang mengintai.
Begitu Chika membuka mata, dia terkejut melihat teman-temannya berdiri di dekat mereka dengan ekspresi usil.
“Lo pada ngapain di sini?!” sentaknya kaget.
“Lah, ini kan tempat umum, suka-suka dong,” jawab Flora dengan nada sewot, pura-pura nggak bersalah.
“Ck, ganggu aja,” gumam Chika sambil memutar bola matanya, jelas merasa terganggu.
“Cek WA deh, Chik…” ucap Olla sambil menahan senyum.
Chika mengeluarkan ponsel yang sejak tadi ia silent supaya nggak mengganggu momennya bareng Christy. Begitu dibuka, matanya membelalak melihat spam chat dari grup dan sebelas panggilan tak terjawab.
“Kita udah rencanain main ke sini, tapi lo nggak baca grup,” Oniel mengingatkan.
“Sorry, HP gue silent,” jawab Chika santai.
“Santai aja, brodi,” Oniel menepuk bahu Chika sambil nyengir.
“Btw, mau juga dong dinyanyiin,” goda Adel tiba-tiba, membuat yang lain meledak tertawa.
“HAHAHAHA!” gelak tawa mereka memenuhi udara. Mereka senang banget bisa menjahili Chika yang jarang-jarang kelihatan manis kayak tadi.
“Mau juga dong dikasih coklat,” ledek Flora sambil kedip-kedip.
Chika hanya mendengus, memutar malas bola matanya.
Christy terkekeh pelan mendengar celetukan teman-teman kakaknya. Dia tahu banget Chika pasti malu setengah mati.
“Mau dong dicium…” Olla ikut-ikutan meledek.
“Anjing!” umpat Chika refleks, membuat yang lain tertawa makin keras.
“Kak… kasar banget, sih,” tegur Christy sambil nyubit pelan lengan kakaknya.
“Mereka duluan!!” Chika membela diri, tapi pipinya sedikit memerah.
Beberapa saat kemudian…
KAMU SEDANG MEMBACA
YANG INDAH? | ch2 (END)
Fiksi PenggemarDipisahkan sejak bayi, Chika dan Christy kembali bertemu setelah 16 tahun. Bagi Chika, adiknya adalah separuh dirinya, sumber bahagia sekaligus luka terdalam. Chika rela mati-matian menjaga, meski perlindungan itu sering disalahpahami. Christy sayan...
