Bab 78

1.9K 167 73
                                        

Happy Reading..















Dirga membawa Christy ke sebuah restoran mewah di lantai tertinggi hotel bintang lima. Pemandangan kota yang berkilauan di malam hari terlihat jelas dari balik jendela besar di samping meja mereka. Cahaya lilin di atas meja menambah suasana hangat dan intim di antara mereka.

Christy melirik sekeliling, terlihat sedikit kagum. "Gila, ga… lo niat banget ngajak gue ke tempat beginian," katanya sambil tersenyum kecil.

Dirga menyandarkan tubuh di kursi, berusaha terlihat santai meski hatinya berdebar. "Ya iyalah. Lo partner OSIS terbaik, masa gue traktir di kantin sekolah?" candanya, meski ada ketulusan di balik kata-katanya.

Christy tertawa ringan. "Kirain lo cuma alasan doang," ujarnya, memandang Dirga dengan tatapan iseng.

"Nggak lah," Dirga mengangkat bahu, lalu melanjutkan, "Lo emang pantes dapet yang spesial."

Christy menatapnya heran. "Serius amat sih ngomongnya? Biasanya lo santai aja."

Dirga tersenyum kecil, mencoba mengalihkan rasa gugupnya. "Ya emang serius. Gue juga tahu lo di rumah dijagain kayak harta karun."

Christy tergelak, langsung paham maksudnya. "Kak Chika?"

"Iya," Dirga mengangguk sambil tertawa kecil. "Dia nempel banget sama lo. Lo sendiri nggak keganggu?"

Christy menggeleng pelan. "Nggak. Gue udah biasa. Kak Chika emang gitu orangnya. Dia nggak pernah ninggalin gue dari dulu."

Hening sesaat. Dirga menatap Christy lebih lama dari biasanya, lalu menghela napas perlahan. Ada sesuatu yang selama ini ia tahan, dan malam ini ia tak ingin menunggu lebih lama lagi.

"Chris…" Suaranya berubah lebih lembut, lebih dalam. "Aku boleh jujur sama kamu?"

Christy sedikit terkejut mendengar perubahan nada dan sapaan Dirga, tapi ia mengangguk pelan. "Boleh. Ada apa?"

Dirga menegakkan tubuhnya, menatap Christy dengan penuh kesungguhan. "Sejak pertama kita sering bareng di OSIS, aku mulai ngerasa beda. Kamu baik, perhatian, dan aku nyaman banget tiap deket sama kamu."

'Dan tanpa aku sadari... perlahan perasaan itu tumbuh menjadi rasa cinta, chris"

Christy menunduk sedikit, menyembunyikan kebingungannya. Ia tak menyangka Dirga akan sejujur ini malam ini.

"Aku tahu di rumah, aku harus ‘berhadapan’ sama tiga orang yang jagain kamu mati-matian," lanjut Dirga, mencoba tersenyum meski hatinya tegang. "Om Gracio, Bang Zean, sama…" Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan suara lebih pelan, "Kak Chika."

Christy mengangkat wajahnya, menatap Dirga yang terlihat begitu tulus.

"Aku ngerti kalau Kak Chika itu bagian penting di hidup kamu. Aku tahu aku bukan siapa-siapa dibanding dia yang udah jagain kamu selama ini," suaranya terdengar lebih dalam, lebih emosional, "tapi aku beneran serius, Chris. Aku mau jadi orang yang bisa bikin kamu bahagia."

Christy merasa ada sesuatu di hatinya yang bergetar. Ia tak pernah membayangkan Dirga akan mengatakan hal seberani ini.

"Aku nggak minta jawaban sekarang," lanjut Dirga lembut. "Aku cuma pengen kamu tahu apa yang aku rasain. Aku bakal nunggu… selama yang kamu butuhin."

Christy menatapnya dalam diam, hatinya terasa begitu penuh. Ada Dirga di depannya—seseorang yang tulus menyukai dirinya. Tapi di benaknya, ada bayangan lain yang tak bisa ia abaikan: Chika.

Dirga tersenyum tipis, meski ada ketegangan di balik matanya. "Aku cuma pengen kamu tahu, aku nggak main-main. Aku siap luluhin siapa aja… demi kamu."

YANG INDAH? | ch2 (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang