Bab 14

3.1K 170 6
                                        

Selamat Membaca..






















Pagi Hari

Cahaya matahari pagi menyelinap lembut melalui celah tirai kamar, menghangatkan ruangan dengan sinar keemasannya. Shani membuka matanya perlahan, merasakan hangatnya dua tubuh kecil di sisinya. Ia menoleh, menemukan Chika dan Christy yang masih terlelap dengan posisi saling berdekatan. Senyum lembut menghiasi wajah Shani saat melihat kedua putrinya begitu damai dalam tidur mereka.

Tak ingin membangunkan mereka terlalu pagi, Shani perlahan bangkit dari tempat tidur, menyelimuti Chika dan Christy dengan hati-hati. Ia melangkah pelan keluar kamar, menuruni tangga menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Aroma kopi dan roti panggang segera memenuhi rumah, menandakan awal hari yang penuh kehangatan.

06.30 AM

Chika mulai terbangun, matanya setengah terbuka, merasa hangat oleh kehadiran Christy di sampingnya. Saat ia benar-benar sadar, senyuman lebar terukir di wajahnya. Ia menoleh, memperhatikan wajah adiknya yang masih tenggelam dalam mimpi.

Dengan hati-hati, Chika sedikit bergeser, mendekatkan dirinya pada Christy. Tangannya terulur, menyisipkan anak rambut yang menghalangi wajah adiknya.

"Cantik banget sih..." bisiknya pelan, nyaris seperti gumaman untuk dirinya sendiri. Tanpa bisa menahan rasa sayangnya, Chika mengecup pelan pipi christy

Christy mengerang pelan, matanya perlahan terbuka, menatap Chika yang tersenyum di hadapannya.

"Eunghh..."

"Pagi..." sapa Chika lembut.

Namun, bukannya membalas sapaan itu dengan kata-kata, Christy malah tiba-tiba memeluk Chika erat-erat, mengejutkan kakaknya.

"Apaan nih tiba-tiba meluk?" tanya Chika, pura-pura heran.

"Oh, nggak boleh?!" balas Christy ketus, namun nadanya tetap manja.

"Eh... boleh, sayang..." jawab Chika sambil tertawa kecil, membalas pelukan adiknya dengan penuh kasih.

Mereka berdua terdiam dalam pelukan itu, menikmati kehangatan satu sama lain, seolah dunia di luar kamar itu tidak ada.

"Makasih ya, semalam Kak Chika udah ajak aku jalan," bisik Christy lembut di telinga Chika.

"Iya, Dek... Tapi kamu happy nggak?" tanya Chika, menatap adiknya dengan penuh perhatian.

"Wi~ happy banget aku! Apalagi pas Kak Chika nyanyiin. Suara kamu merdu banget, Kak," puji Christy dengan mata berbinar.

Chika tersenyum malu, memutar kembali kenangan indah di danau semalam. Meskipun akhirnya momen itu diganggu oleh teman-temannya, tetap saja kenangan itu terasa spesial.

"Padahal aku masih pengen berduaan, tapi malah ada mereka..." gumam Chika setengah mengeluh.

"Ini kan lagi berduaan..." balas Christy sambil mengelus pipi Chika dengan lembut.

"Tapi beda... Paling bentar lagi disuruh turun, terus kamunya diambil Zean," Chika cemberut, memeluk Christy lebih erat.

"Haha! Diambil gimana, sih, Kak?" tanya Christy dengan tawa halusnya.

"Ya dia-" ucapan Chika terpotong saat pintu kamar tiba-tiba terbuka, memperlihatkan sosok Zean yang berdiri di ambang pintu.

"Dedek..." panggil Zean dengan suara lembutnya.

"Iyaaa~" sahut Christy ceria.

"Tuh kan..." gumam Chika sambil menghela napas.

"Oh... gitu ya sekarang, pelukan nggak sama Abang," sindir Zean sambil berjalan mendekat ke sudut ranjang.

YANG INDAH? | ch2 (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang