Happy Reading....
"
Bang, sumpah ya, kalau nggak ada Christy di sini, udah melayang nih kepala lo!"
Zean masih tertawa santai. "Ih serem, lo lebih serem dari hantu di dalam, chik!"
Christy yang melihat Chika hampir benar-benar menonjok Zean langsung buru-buru menarik tangan kakaknya.
"Kak, jangan! Nanti kita malah ribut di sini..."
Chika mendengus kesal, tapi begitu melihat wajah Christy yang memohon, ia menghela napas dan menurunkan tangannya. "Halah, untung Dedek belain lo, Bang. Kalau nggak, gua udah kasih satu tinju biar lo diem!"
Zean hanya tertawa puas, sementara Christy berusaha menahan senyum.
"Ya udah, sekarang kita ke mana?" tanya Christy, mencoba mengalihkan pembicaraan.
Zean menoleh ke sekeliling. "Hmm, kita cari makanan aja, yuk. Gua lapar abis ketawa terus!"
Chika langsung mendengus. "Lo mah kerjaannya makan mulu!"
Zean hanya cengengesan. "Biar kuat nahan ejekan buat lo, chik"
Chika langsung melotot lagi, tapi Christy buru-buru menggandeng tangannya dan tersenyum. "Aku juga lapar, Kak. Yuk, makan!"
Chika yang awalnya kesal langsung luluh begitu melihat wajah manja Christy. "Iya, iya, ayo makan."
Akhirnya, mereka bertiga berjalan ke arah stand makanan, meninggalkan rumah hantu di belakang dengan berbagai kejadian lucu yang masih membuat Zean tergelak, sementara Chika terus menggerutu sepanjang jalan.
Mereka akhirnya memilih salah satu stand makanan yang ramai. Aroma sate, jagung bakar, dan aneka jajanan pasar memenuhi udara. Zean langsung bersemangat melihat berbagai pilihan makanan.
"Wah, gua mau bakso bakar sama jagung keju," katanya sambil menunjuk daftar menu.
Christy menoleh ke Chika. "Kakak mau makan apa?"
Chika masih cemberut karena ejekan Zean tadi, tapi tetap menjawab, "tahu crispy sama es teh manis."
Zean yang baru selesai pesan langsung menyeringai. "Chik, yakin lo nggak mau makan yang pedes biar nggak pucet kayak tadi?"
Chika menoleh tajam, siap membalas, tapi sebelum sempat berbicara, Christy buru-buru menyentuh lengan Zean dan berkata dengan lembut,
"Bang, udah..."
Zean yang awalnya masih ingin meledek langsung terdiam sejenak, lalu hanya mengangkat bahu dan kembali fokus ke makanannya.
"Iya deh, iya."
Chika melirik Christy sebentar, lalu mendesah dan ikut mengalah. "Halah, ya udah deh, ayo pesen biar nggak kelamaan."
Christy tersenyum lega, lalu akhirnya memilih siomay. Mereka bertiga pun duduk di meja kayu panjang, menikmati makanan masing-masing.
KAMU SEDANG MEMBACA
YANG INDAH? | ch2 (END)
FanfictionDipisahkan sejak bayi, Chika dan Christy kembali bertemu setelah 16 tahun. Bagi Chika, adiknya adalah separuh dirinya, sumber bahagia sekaligus luka terdalam. Chika rela mati-matian menjaga, meski perlindungan itu sering disalahpahami. Christy sayan...
