Bab 83

2.2K 176 33
                                        

Happy Reading..


























Beberapa hari kemudian....

Malam hari, Chika duduk di tepi tempat tidur sambil menggulir ponselnya. Sesekali, ia tertawa melihat layar ponsel.

Christy yang sibuk mengerjakan tugas di meja belajar melirik sekilas"Kak, ketawa sendiri dari tadi, kenapa sih?"

Chika menoleh dengan wajah penuh arti "Sayangg, aku mau izin keluar sebentar. Temen-temen ngajakin nongkrong"

Christy langsung menatapnya tajam. "Hah? Malam-malam gini? Naik apa? Motor kamu kan masi ditahan"

"di jemput adel sama olla sayang... Boleh ya?" Chika merapatkan tubuhnya ke Christy, tangannya mulai melingkari pinggang gadis itu

Christy mendesah, sudah bisa menebak ke mana arah pembicaraan ini. "Jangan minum yang aneh-aneh!" peringatnya tegas.

Chika memasang wajah memelas, "Dikit doang, gaboleh? Aku janji nggak sampai mabok, sumpah sayangku..." bisiknya

"Ck! Gaboleh, Kak Chikaaa!" serunya, berusaha tetap tegas

Chika tanpa aba-aba mengecup kening Christy, tangannya masih menggenggam pinggang adiknya erat. "dikit aja, ya? Pleaseee... Aku nggak bisa pergi kalau belum dapat izin" bisiknya, lalu mencium ujung hidung Christy dengan gemas.

Christy terkesiap, wajahnya semakin panas. "Aku serius, Kak!" katanya,

"Sayanggg... Kalau kamu larang aku terus, nanti aku makin nggak mau pergi loh," godanya sambil menempelkan dahinya ke dahi Christy

Christy berusaha menghindar, tapi Chika malah semakin erat memeluknya. "Pokoknya jangan minum macem-macem. Kalau udah sampai di kafe, kabarin aku!" ucapnya cepat, ingin segera menghentikan godaan kakaknya.

Chika tertawa kecil, lalu menarik Christy lebih dekat lagi, kedua tangannya melingkari tubuh Christy dengan erat. "Iya, iya, aku nurut... Tapi sebelum aku pergi, aku butuh stok ciuman dulu nihhh, biar nggak kangen pas nongkrong," ucapnya manja, lalu mulai mencium pipi Christy berkali-kali-satu, dua, tiga, sampai Christy terpaksa mendorongnya pelan.

"Kak! Ihh basahhh!" Christy merajuk, pipinya sudah semerah tomat.

Chika malah tertawa senang, lalu menempelkan bibirnya di kening Christy-lama..

"Udah deh, itu stok terakhir. Aku pergi dulu ya, Cintakuu..." bisiknya lembut sebelum akhirnya bangkit dan berjalan menuju pintu.



















Di sebuah kafe kecil dengan suasana hangat, Chika dan teman-teman gengduduk santai di salah satu meja dekat jendela.

Aroma kopi dan makanan ringan tercium samar, bercampur dengan suara musik akustik yang mengalun lembut.

Olla, yang duduk di seberang Chika, tertawa sambil menggoyangkan sedotan di dalam gelasnya. "Gila sih tadi, ngebut di tikungan itu bikin deg-degan banget! Gue beneran ngerasa kayak mau nyium aspal."

"Makanya, lo jangan terlalu ngebut," sahut Adel sambil menyeruput jus mangganya. "Udah tau jalanan basah abis ujan, masih aja gas pol."

Flora ikut terkekeh. "Tapi tetep aja sih, bagian paling epic itu pas Kak Chika hampir kejebak di antara dua truk pas nyalip!"

Olla dan Adel langsung tertawa keras, sementara Chika hanya mendengus. "Sialan, masih aja diomongin," ujarnya pasrah, meski sudut bibirnya sedikit terangkat.

YANG INDAH? | ch2 (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang