Part 42

1.5K 158 16
                                        

Happy Reading































Determinasi Terakhir..

Chika berdiri di luar garis tiga angka. Napasnya berat, keringat menetes di pelipis. Waktu di papan skor tinggal 5 detik ini kesempatan terakhir mereka.

Bola berada di tangannya, jari-jarinya menggenggam erat permukaannya yang kasar. Seluruh lapangan hening. Semua mata tertuju padanya.

Tiga detik.

Chika menatap ring. Jaraknya jauh. Sudutnya sulit. Tapi dia sudah berlatih untuk momen ini.

Dua detik.

Dia menekuk lutut, mengambil posisi.

Satu detik.

Lepaskan.

Bola meluncur dari ujung jarinya, melayang tinggi ke udara. Gerakannya sempurna.

Penonton serentak menahan napas. Mata mereka mengikuti bola itu, seakan waktu melambat.

Bola melayang seperti melawan gravitasi, berputar perlahan.

Jatuh.

Menyentuh ring.

TANG!

Mengenai tepi memantul sekali.

DUG!

Memantul lagi ke sisi lain, bergulir di bibir ring....

Waktu terasa membeku.

Chika, seluruh tim, dan bahkan lawan-lawan mereka terdiam, terpaku, tak bergerak.

Dan lalu

SWOOSH!

Bola akhirnya jatuh sempurna ke dalam ring.

THREE POINT!

Seketika, gemuruh meledak di seluruh lapangan!

Penonton melompat dari bangku mereka. Sorakan mengguncang gedung. Pelatih meninju udara. Tim Chika langsung berteriak kegirangan.

Tapi di tengah euforia itu, Chika tetap tenang.

Dengan senyum penuh percaya diri, dia menoleh ke tribun tempat Christy duduk.

Lalu, dengan gaya santai yang bikin seluruh lapangan histeris, dia meniupkan cium udara ke arah christy, lalu mengedipkan mata.

"CIKAAAA!!"

Sorakan makin liar.

Christy langsung menutup wajahnya, malu setengah mati!

Sementara itu, di antara gemuruh penonton, terdengar suara-suara iri:

"Buset, cool banget gilakkk!"

"IH, GILA. GUE MAU JUGA DONG ADA YANG GINIIN!"

"Christy enak banget sumpah, PUNYA KAKAK SEKEREN ITU!"

Di pinggir lapangan, Oniel dan Adel ngakak sampai nyaris jatuh ke lantai.

"Chika, lo sukses bikin satu sekolah gagal move on dari momen ini!" teriak Olla.

Di Tribun Penonton, Christy wajahnya merah padam.

Tapi teman-temannya tidak akan membiarkan ini berlalu begitu saja.

"CIEEEEEEEE!!"

Marsha langsung mengguncang bahunya dengan heboh.

"UWOOO!! Kakak kamu cool banget, sumpah! Aku iri banget!"

YANG INDAH? | ch2 (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang