Selamat Membaca..
Begitu pintu kamar mandi terbuka, Chika dan Christy keluar bersamaan. Rambut mereka masih sedikit basah, dan aroma sabun yang segar menguar di udara.
Christy mengenakan piyama yang nyaman, sementara Chika memakai kaos longgar dengan celana pendek, tampak santai seperti biasa.
Namun, sebelum mereka sempat melangkah lebih jauh, sosok Mama Shani tiba-tiba muncul di ambang pintu kamar mereka dengan ekspresi jahil dan alis terangkat.
"Kalian mandi bareng?" godanya, nada suaranya terdengar ringan namun jelas mengisyaratkan keisengan.
Christy yang masih sedikit canggung langsung menunduk, wajahnya memerah lagi. "E-engga--" protesnya pelan, langsung di potong oleh chika
"Iya, mah.. Kita mandi bareng, iya kan sayang?" balasnya santai sambil merangkul bahu Christy lagi, seolah belum puas menempel pada adiknya.
Shani menggeleng pelan, matanya penuh rasa sayang saat memandang kedua putrinya.
Namun, tanpa basa-basi, ia melangkah lebih dekat dan mengulurkan tangan ke arah Christy. "Ikut Mama yuk, Dek," ajaknya lembut.
Mendengar itu, Chika langsung bereaksi. Dengan wajah cemberut, ia mempererat pelukannya di pinggang Christy.
"Ih, ngapain sih, Mah? Kok malah diambil dedek aku..." lanjutnya dengan nada kesal, seolah merasa hak miliknya sedang dirampas.
Shani hanya bisa menghela napas panjang. "Kakak tuh ya... nggak puas-puas apa dari tadi bareng terus sampai mandi bareng juga, masa belum cukup?"
"Mama cuma pinjam bentar dedeknya," Lanjutnya ringan, tetap berusaha menarik tangan Christy dari genggaman Chika.
Namun, Chika tetap ngotot. Ia bahkan menyandarkan kepalanya di bahu Christy lagi dengan ekspresi prengat-prengut yang menggemaskan.
"Ish, Mama mah gitu..." gumamnya sambil manyun.
"Aku abis les butuh vitamin C, tau!" lanjutnya dramatis.
Shani yang tidak mengerti langsung mengerutkan dahi. "Hah? Vitamin C?" ulangnya, bingung.
Chika langsung menegakkan kepalanya dan memeluk Christy lebih erat.
"Iya, Vitamin Christy," sahutnya dengan nada bangga seolah itu adalah hal paling masuk akal di dunia.
Christy yang sedari tadi berusaha menahan tawa akhirnya tidak bisa menahannya lagi. Tawa kecilnya pecah di antara cekcok ringan itu
Shani menepuk dahinya pelan sambil tertawa. "Ya ampun, ini anak...," gumamnya geli.
Christy masih terkikik pelan sambil menggeleng, "Kakak ada-ada aja, serius deh," ucapnya, tapi nada suaranya tetap lembut, menunjukkan kalau ia tidak benar-benar keberatan.
Tidak mau berdebat lebih lama, Shani mengambil inisiatif.
Dengan lembut tapi tegas, ia menggenggam tangan Christy dan mulai menariknya ke arah tangga. "Ayo, Dek..." ajaknya sambil tersenyum lembut.
Chika, yang masih belum puas, langsung mengulurkan tangannya, seolah ingin merebut kembali Christy.
"Ish, Mama curang... jangan ambil christy..." keluhnya, matanya menatap Christy penuh harap.
Namun, Christy hanya menoleh sebentar dan melambaikan tangannya ringan. "Nanti aku balik lagi, sayang," bisiknya menenangkan, meski tahu kakaknya pasti tetap cemberut.
KAMU SEDANG MEMBACA
YANG INDAH? | ch2 (END)
FanfictionDipisahkan sejak bayi, Chika dan Christy kembali bertemu setelah 16 tahun. Bagi Chika, adiknya adalah separuh dirinya, sumber bahagia sekaligus luka terdalam. Chika rela mati-matian menjaga, meski perlindungan itu sering disalahpahami. Christy sayan...
