Bab 52

1.2K 153 17
                                        

Happy Reading























Christy menghela napas pelan, membiarkan kehangatan pelukan Marsha sedikit meredakan sesaknya. Ia belum tahu apa yang harus dilakukan, tapi setidaknya sekarang ia tidak merasa sendirian.

Beberapa saat mereka hanya duduk dalam diam, menikmati kebersamaan yang terasa menenangkan. Hingga akhirnya, Christy mengusap matanya dan tersenyum kecil meski masih lemah.

"Maaf ya, Meng, aku jadi cengeng begini," gumamnya pelan.

Marsha menepuk kepalanya pelan. "Apaan sih, Toy. Nangis juga nggak apa-apa, nggak perlu minta maaf."

Christy terkekeh kecil, meski suaranya masih serak. "Aku ngerasa lebih enakan sekarang."

Marsha tersenyum. "Bagus deh. Pokoknya inget ya, aku selalu ada buat kamu. Nggak perlu nahan sendiri kalau ada apa-apa."

Christy mengangguk, lalu menatap Marsha ragu-ragu. "Meng, boleh nggak kita... jalan-jalan sebentar? Aku butuh udara segar."

Marsha langsung berdiri sambil merentangkan tangannya. "Ayo, Princess! Kamu mau ke mana? Mau makan es krim? Mau muterin komplek? Atau mau aku culik keluar kota sekalian?"

Christy tertawa kecil. "Nggak usah lebay, cukup jalan kaki sebentar aja."

Marsha menggandeng tangan Christy dan menariknya berdiri. "Oke, kita keliling sebentar. Siapa tahu ada abang cilok lewat."

Mereka pun keluar dari kamar, membiarkan angin malam menyapu wajah mereka. Untuk pertama kalinya dalam beberapa hari, Christy merasa sedikit lebih ringan.

Christy belum siap untuk menghadapi banyak hal, tapi malam ini, bersama Marsha, rasanya ia bisa sedikit bernapas.

Marsha tetap menggenggam tangannya erat. "Kalau kamu mau pulang, kita bisa balik sekarang, Toy."

Christy menggeleng pelan. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dadanya yang terasa sesak. "Nggak, Meng... Aku pengen jalan dulu. Nggak mau langsung pulang."

Marsha tersenyum tipis. "Yaudah, ayo."

Mereka berjalan pelan menyusuri trotoar, lampu-lampu jalan menerangi langkah mereka dengan cahaya hangat. Udara malam cukup sejuk, angin bertiup lembut, membuat rambut Christy sedikit berantakan.

"Kita ke mana?" tanya Marsha santai.

Christy mengangkat bahu. "Nggak tahu... Yang penting jangan ke rumah dulu."

Marsha tertawa kecil. "Baiklah, kanjeng ratu. Kalau gitu, kita cari makan dulu. Kamu udah makan, kan?"

Christy menggeleng sambil meringis. "Belum, sih..."

Marsha langsung menarik tangannya, setengah menyeretnya ke arah kedai ramen kecil di sudut jalan. "Ya ampun, Toy! Pantes lemes banget! Ayo, ayo, traktiran dari aku."

Christy terkekeh. "Serius nih? Tumben banget."

Marsha mengangkat dagunya dengan gaya sok anggun. "Sebagai sahabat yang baik, aku harus memastikan kamu tetap hidup dengan makan yang cukup."

Christy tersenyum, perasaannya mulai sedikit lebih ringan.

Mereka masuk ke kedai itu, memilih duduk di meja dekat jendela. Christy memesan ramen miso, sementara Marsha memilih ramen pedas level tertinggi.

"Yakin, Meng? Ntar malah kepedesan," goda Christy.

Marsha mendengus. "Percaya sama aku, Toy. Lidahku udah terlatih buat ini."

YANG INDAH? | ch2 (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang