Happy Reading..
Christy memekik dan kembali membrontak. Dirga menyibak rok Christy hingga menggantung di pinggul nya. Dengan cepat Dirga membuka area kewanitaannya.
"Pantes chika rela jagain lo mati-matian, ternyata yang di lindungi se indah ini..."Ucap dirga di penuhi nafsu."gue gak sabar masukin lo-
-Brengsek! lepasin gue!" Keluarlah kata kata dari mulut christy.
Tubuh dirga bereaksi atas kalimat kasar christy. Matanya tampak menggelap dan terlihat mengerikan. Membuat chrisy meneguk saliva nya dengan takut takut. Sepertinya ia telah membuat pria itu marah.
"Akkkhh!!!"
Jemari panjang dirga dengan kasar menyentak lubang kewanitaannya
Sangat sulit jarinya bergerak sehingga Ia memaksa menghentak hentakkan jemarinya dengan kasar tanpa memikirkan perasaan christy yang baru pertama kali mengalami perlakukan seperti itu.
"a-ahngg~"
Christy mengerang kesakitan, tapi tidak sebanding dengan rasa sakit di hatinya.
Christy mencengkeram lengan Dirga yang terus memasukan jemarinya, bermaksud agar pria itu menghentikan kegiatannya.
Namun dirga justru mencekik leher Christy dengan tangan kirinya ketika gadis itu mulai berani mencakar lengan dirga dengan kedua tangannya.
Christy memukul mukul lengan kekar dirga untuk melepaskan nya dari lehernya. Nafasnya memburu, menahan cengkeraman pria itu hingga membuatnya tidak bisa menghirup udara.
Dirga menyeringai dan menatap wajah kesakitan christy yang kehabisan nafas. Dirga bahkan masih mencekik christy tanpa melepaskan jemarinya dari lubang gadis itu.
Hiks..
"Enak, Hm?"
Christy mengeleng sembari menangis sesenggukan ia terus memukul lengan pria itu agar menyingkir dari leher nya.
Dirga akhirnya melepaskan cekikkannya ketika tubuh Christy benar benar lemah dan tidak melakukan pemberontakan.
Huh..
huhh..
Christy terengah-engah Meraup oksigen
Dirga menjilati bibir Christy yang terbuka dan sedang fokus menghirup oksigen.
Christy tidak sadar ketika dirga tengah Memposisikan Kejantanannya yang sudah tegang tepat di depan liangnya.
"fuck-
-BRAKKKK!!!
Sebuah kursi melayang menghantam tubuh Dirga dengan kekuatan penuh, membuatnya terlempar ke samping dan jatuh menghantam lantai.
Chika
Dia berdiri di ambang pintu, napasnya terengah, matanya merah penuh amarah. Rahangnya mengeras, urat lehernya menegang.
"ANJ*NG LO!!!"
suaranya meledak, dalam dan tajam. "BANGSAT!!!"
Dirga mengerang, berusaha bangkit, tapi Chika sudah menghampiri dengan langkah cepat. Sekali hentak, kakinya menghantam sisi perut Dirga yang masih tertindih kursi.
DUGH!!!
Tendangan itu membuat Dirga terbatuk keras, tubuhnya melipat kesakitan.
"BAJINGAN!!!" Chika menunduk, menekan bahu Dirga ke lantai dengan brutal, lututnya menahan agar pria itu tak bergerak.
KAMU SEDANG MEMBACA
YANG INDAH? | ch2 (END)
Fiksi PenggemarDipisahkan sejak bayi, Chika dan Christy kembali bertemu setelah 16 tahun. Bagi Chika, adiknya adalah separuh dirinya, sumber bahagia sekaligus luka terdalam. Chika rela mati-matian menjaga, meski perlindungan itu sering disalahpahami. Christy sayan...
